Follow detikFinance
Kamis 12 Oct 2017, 10:33 WIB

3 Tahun Keliling RI, Jokowi Sudah Bagikan 140 Ribu Sertifikat Tanah

Eduardo Simorangkir - detikFinance
3 Tahun Keliling RI, Jokowi Sudah Bagikan 140 Ribu Sertifikat Tanah Foto: Jokowi bagikan sertifikat tanah (Arbi-detikcom)
Jakarta -

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pembagian sertifikat tanah di Indonesia sebanyak 5 juta sertifikat pada tahun ini. Kepemilikan sertifikat tanah menjadi bukti sebagai pemilik sah suatu lahan yang nantinya bisa digunakan masyarakat untuk hal-hal produktif.

Dalam masa kepemimpinannya selama tiga tahun terakhir, Jokowi membagi-bagikan langsung sertifikat tanah saat melakukan kunjungan kerja di daerah. Sampai saat ini Jokowi diketahui sudah menyerahkan 38 kali sertifikat tanah secara langsung di berbagai daerah dengan jumlah 147.813 sertifikat.

"Yang sudah saya serahkan langsung 147.813 sertifikat," kata Jokowi seperti dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Terakhir, Presiden Jokowi baru saja menyerahkan 10.100 sertifikat Tanah untuk rakyat di wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, di Lapangan Bola Puspitek, Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (11/10) lalu.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, di seluruh Indonesia seharusnya ada 126 juta bidang yang harus disertifikatkan. Tetapi hingga tahun lalu baru 46 juta sertifikat bidang tanah yang diserahkan.

Untuk itu, Jokowi meminta tahun ini diselesaikan di seluruh tanah air 5 juta sertifikat. Sedangkan tahun depan ditarget 7 juta sertifikat, dan tahun depannya lagi 9 juta sertifikat harus selesai.

Dengan gap yang cukup jauh itu, Jokowi meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk bekerja keras dengan target tersebut.

"Kalau enggak selesai menterinya sudah saya bilang, awas Pak Menteri," ungkapnya.

Lebih lanjut, Jokowi kembali mengingatkan masyarakat yang telah menerima sertifikat hak tanah tersebut agar dijaga baik-baik, agar tidak rusak, serta benar-benar menghitung dan mengkalkulasi jika akan digunakan sebagai jaminan bank.

Jokowi juga terus mengingatkan agar sertifikat yang dijaminkan tidak hilang akibat disita oleh bank.

(eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed