Follow detikFinance
Kamis 02 Nov 2017, 16:53 WIB

Luas Sawah Menyusut, Karawang Tolak Izin Perumahan Tahun Ini

Luthfiana Awaluddin - detikFinance
Luas Sawah Menyusut, Karawang Tolak Izin Perumahan Tahun Ini Foto: Dikhy Sasra
Karawang - Pengusaha properti sebaiknya berfikir ulang untuk berbisnis di Karawang tahun ini, pasalnya Pemkab Karawang memutuskan tidak mengeluarkan izin perumahan dalam satu tahun ini atau hingga 2018 berakhir. Hal itu dinyatakan oleh Ahmad Zamakhsyari wakil Bupati Karawang.

"Distop dulu (pemberian izin perumahan) satu tahun di semua titik, sampai mereka (pengusaha properti) ikut aturan kita. Karena perkembangan perumahan di Karawang sudah tidak terkontrol," ujar Ahmad usai evaluasi kebijakan perumahan di Kantor Bappeda Karawang, Kamis (2/11/2017).

Dalam evaluasi itu, Ahmad membantah isu jika kebutuhan perumahan di Karawang sangat darurat. "Sehingga gara-gara isu itu, izin (perumahan) dibuka seluas-luasnya. Kalau begini sawah bisa habis," kata dia.

Dalam pertemuan siang itu, Ahmad mengumpulkan seluruh Camat dan pengusaha properti se-Karawang. Menurut pria yang akrab disapa Jimmy itu, banyak sawah produktif di lahan teknis yang berubah jadi perumahan.

Pemicunya, kata Jimmy adalah proses perizinan yang ngawur. "Masa perumahan dibangun di sawah produktif. Padahal perda untuk melindungi sawah produktif sudah disetujui," ungkap dia.

Perda yang dimaksud Jimmy adalah Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Pada 17 Oktober 2017 lalu, perda yang melindungi sawah teknis itu sudah disahkan oleh DPRD Karawang. "Perda ini keras ya. Tidak boleh ada alih fungsi di lahan teknis," kata Jimmy.

Ia mencontohkan salah satu perumahan di Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya. Perumahan itu bakal membabat 6 hektare sawah kelas satu. Apalagi berdiri tak jauh dari saluran irigasi primer. "Sawah di sana bisa panen 2 kali dalam setahun loh," ungkap Jimmy.

Rizky Akbar, seorang staf PT. Bumi Karawang Properti membenarkan sedang membangun 462 unit rumah subsidi di Lemahmulya. Ia mengklaim perusahaannya sudah memegang seluruh dokumen persyaratan. "Kita sedang menunggu IMB keluar," ujar Rizky saat dikonfirmasi detik.

Menurut Rizky, perusahaannya tetap melanjutkan pembangunan karena Lemahmulya berada di zona kuning, atau wilayah pengembangan perkotaan. "Kalau di zona hijau sih kami tidak berani," kata Rizky.

Sementara itu, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana mengimbau pemilik sawah produktif untuk tidak menjual sawah kepada perusahaan pengembang.

"Kita sedang sosialisasi perda LP2B. Para pemilik sawah kelas satu harus tahu jika lahan mereka harus jadi sawah abadi," ungkap Cellica saat ditemui detikFinance, kemarin.

"Sekarang diharap sudah tidak seperti dulu, banyak petani yang tergoda menjual sawah ke pengusaha perumahan atau industri," kata dia.

Saat ini, Karawang tidak lagi menjadi penghasil padi terbesar di Jawa Barat. Berdasarkan data yang dihimpun detik, jumlah produksi padi Kabupaten Karawang kalah oleh Indramayu dan Subang. Penurunan produksi itu tak lepas dari menyusutnya luas sawah di Karawang. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed