Follow detikFinance
Senin 20 Nov 2017, 09:20 WIB

Program Sejuta Rumah Terus Digenjot, Bagaimana Realisasinya?

Dana Aditiasari - detikFinance
Program Sejuta Rumah Terus Digenjot, Bagaimana Realisasinya? Foto: Muhammad Idris/detikcom
Banten - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) semakin serius menggenjot penyediaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah di tanah air. Program yang dikenal dengan nama program sejuta rumah tersebut, saat ini terus dikebut.

Bahkan, para pengembang yang tergabung dalam Realestat Indonesia (REI) optimistis mampu mencapai target pembangunan 200 ribu unit rumah rakyat hingga akhir tahun ini yang memang diamanatkan pada asosiasi ini.

Bahkan, bukan tidak mungkin bisa melampaui target tersebut.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun DPP REI, hingga November 2017, jumlah rumah yang sudah dibangun anggota REI di seluruh Indonesia mencapai 168 ribu unit.

Angka itu di luar 14 ribu unit Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang dibangun DPD REI DKI Jakarta.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata usai mendampingi Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono di Kota Baru Maja, Banten, seperti dikutip Senin (20/11/2017).

"Kalau melihat laporan dari daerah-daerah kami optimis target pembangunan tercapai, bahkan mungkin bisa terlampaui karena belum semua daerah memberikan data riil yang komplit," kata dia.

Eman, demikian dia akrab dipanggil, mensinyalir masih banyak anggota yang membangun rumah rakyat namun belum melapor, terutama di dua wilayah yakni Banten dan Jawa Barat. Padahal kedua daerah ini merupakan lumbung pasokan rumah bersubsidi.

Sebagai contoh di Maja telah selesai dibangun sekitar 6.000 unit rumah MBR di Citra Maja Raya oleh Ciputra Group, namun belum dimasukkan dalam data REI.

Ada juga proyek Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) di Tangerang sebanyak 2.000 unit pun belum masuk data.

Kemudian di Jawa Barat dilaporkan baru terbangun 16 ribu unit, padahal ada satu
developer yang tahun ini bangun sampai 25 ribu unit, ini juga belum masuk data, sehingga di Jawa Barat saja potensi pasokan diperkirakan hampir 40 ribu unit.

"Oleh karena itu, khusus untuk di Jawa Barat dan Banten yang jumlah pengembang dan proyeknya banyak sekali, kami sudah buat sebuah metode untuk menyisir data perusahaan per perusahaan, supaya tidak ada yang terlewatkan. Sementara untuk daerah lainnya pendataan tetap dari masing-masing DPD," ujar Eman.

Beberapa DPD hingga November ada yang melaporkan sudah melampaui target pembangunan tahun ini. Seperti Banten, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. Selain itu, menurut data DPP REI, banyak pula daerah yang jumlah unit terbangunnya lebih tinggi dibandingkan realisasi akad kredit seperti
Jambi, Bengkulu dan Sumatera Barat.

Hal itu tentu membutuhkan dukungan perbankan, sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang dapat menikmati rumah layak huni.

Sesuai komitmen REI sebagai garda terdepan pembangunan rumah rakyat, menurut Eman, dirinya secara rutin terus memonitor pembangunan rumah untuk MBR di daerah-daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Eman juga menyampaikan harapannya. Meski pemerintah pusat sudah menerbitkan sejumlah regulasi untuk
penyederhanaan perizinan, namun kondisi di mayoritas daerah belum banyak berubah khususnya untuk perizinan rumah rakyat.

"Kami berharap pemerintah senantiasa mendukung bisnis properti secara konkrit terutama terkait perizinan di daerah, karena terbukti industri ini dapat menjadi stimulan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di sektor riil," tandas dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed