Follow detikFinance
Selasa 21 Nov 2017, 17:57 WIB

Kenaikan Harga Tanah Hambat Pembangunan Rumah Murah

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kenaikan Harga Tanah Hambat Pembangunan Rumah Murah Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Harga tanah yang makin membubung tinggi dari tahun ke tahun ternyata menjadi salah satu kendala dalam penyediaan rumah murah bagi masyarakat. Hal itu dirasakan langsung oleh asosiasi pengembang, Real Estate Indonesia (REI) yang sebagian besar anggotanya merupakan pengembang untuk pembangunan rumah subsidi.

Wakil Ketua Umum DPP REI Hari Gani mengatakan, hal ini menjadi tantangan karena harga rumah murah sendiri dipatok oleh pemerintah, sementara kenaikan harga tanah di lokasi yang baik aksesnya semakin mahal.

"Memang kenaikan harga tanah itu hantu yang sangat mengganggu kami dari sektor properti. Terutama untuk sektor properti subsidi. Harga rumahnya kan dipatok sama pemerintah, sementara kenaikan harga tanah itu jauh dari pergerakan inflasi. Lama-lama REI makin berat bangun rumah murah," katanya dalam jumpa pers di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Harga tanah yang terjangkau untuk pembangunan rumah murah sejatinya masih bisa didapati di lokasi-lokasi yang cukup jauh dari pusat kota. Namun tidak tersedianya aksesibilitas infrastruktur dasar yang baik kembali menjadi kendala.

"Bisa saja harga tanah murah, tapi makin jauh dari pusat kota. Jauh dari ketersediaan infrastruktur. Akhirnya bisa bangun rumah, tapi air dan transportasinya, sekolahnya, itu jauh," tutur Hari.

Untuk itu dia berharap ke depan ada suatu zonasi khusus yang dibuat pemerintah untuk pembangunan hunian bagi masyarakat. Zonasi tersebut kata dia akan berguna untuk merancang tata ruang dan wilayahnya sehingga bisa dibuat pembangunan yang terintegrasi.

"Kita harap ada yang namanya satu zoning khusus untuk rumah murah di detail rencana tata ruangnya. Hal lain yang diusulkan adalah pembangunan infrastrukturnya, ada daerah-daerah yang tanahnya masih murah, kita usulkan bangun infrastruktur di sana dan buat hunian skala besar," tandasnya. (eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed