Pengamat properti Ali Tranghanda mengatakan, bahwa hal itu memang cukup menghawatirkan. Pasalnya harga properti saat ini, terutama di kawasan Jakarta secara kasar rata-rata mencapai Rp 1 miliar.
"Kalau bicara rumah yang layak. Misalnya cluster di Jakarta itu mungkin rata-rata Rp 1 miliar lebih ya. Kalau Rp 500 jutaan mungkin ada, cuma itu di pinggiran dan masuk ke gang-gang kecil," kata Ali kepada detikFinance, Jakarta, Selasa (28/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya memang kecenderungannya itu mengkhawatirkan juga. Kalau gaji milenial yang punya penghasilan Rp 10 - Rp 15 juta saja belum tentu punya rumah di Jakarta," sambungnya.
Pilihannya, kata Ali, kaum milenial yang memiliki penghasilan rata-rata Rp 7 juta/bulan bisa mencari rumah di luar Jakarta. Adapun wilayah-wilayah yang masih tersedia rumah murah seperti di kawasan Bogor, Bekasi Timur, atau seperti di wilayah Balaraja.
"Jadi kalau misalkan Rp 7,5 juta ke atas, itu cicilan bisa Rp 2,5 jutaan sepertiganya. Kalau cicilan seperti itu artinya dia bisa beli rumah yang harganya Rp 250 juta - Rp 300 jutaan. Harga rumah segitu ada tapi memang di luar Jakarta. Bogor masih ada, Bekasi Timur masih ada, Balaraja, Maja masih ada harga rumah segitu," jelasnya.
Video 20Detik: Milenial Terancam jadi Gelandangan
Yang jadi permasalahan, kata Ali, rumah-rumah di kawasan tersebut belum terjangkau dengan sarana transportasi umum. Hal itu menjadi kendala terutama bagi kaum milenial yang bekerja di kawasan Jakarta.
"Jadi masalahnya banyak rumah-rumah tersebut yang belum terkoneksi transportasi, itu yang jadi masalah. Jadi dia (milenial) bela-belain beli (rumah) di luar Jakarta, tapi untuk ke Jakarta pun masih 4 jam, biaya transportasi juga mahal. Jadi itu memang risikonya," tukasnya. (dna/dna)











































