CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, mengatakan terus meningkatnya harga properti tersebut didasarkan dari mekanisme pasar. Dimana para pengembang juga sebisa mungkin mencari keuntungan dalam penjualan properti.
"Itu mekanisme pasar. Pengembang itu cari untung mau tidak mau. Ketika dia bisa jual Rp 2 miliar kenapa harus jual Rp 1 miliar, kan begitu hitungannya," kata Ali kepada detikFinance, Jakarta, Selasa (28/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ali menjelaskan, selama masih ada yang mampu untuk membeli properti dengan harga yang ditawarkan, maka pihak pengembang akan terus menaikkan harga.
"Jadi dia akan naikkan terus harga propertinya sampai batas harga tertentu, selama masih ada yang beli ya dia naikkan terus. Dan itu juga akan mendongkrak harga-harga tanah di sekitarnya," kata Ali.
Terlebih, kata Ali, saat ini pihak pengembang lebih senang untuk membangun rumah kelas menengah atas dibanding rumah kelas menengah bawah. Sebab, keuntungan yang didapat dari penjualan rumah menengah atas lebih tinggi dibanding rumah menengah bawah.
"Pengembang beli tanah, dia enggak mau bikin rumah subsidi karena untungnya kecil. Mereka lebih pilih bikin rumah besar karena untungnya besar," katanya. (dna/dna)











































