Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 02 Des 2017 22:12 WIB

Trans Park Bekasi, Investasi Menarik Dekat Kampus dan Stasiun

Muhammad Idris - detikFinance
General Manager Trans Park Property, Ivan Adrian/Foto: Muhammad Idris/detikcom General Manager Trans Park Property, Ivan Adrian/Foto: Muhammad Idris/detikcom
Bekasi - Maraknya pembangunan infrastruktur fisik oleh pemerintah membuat harga properti di Kota Bekasi mengalami kenaikan pesat dari tahun ke tahun. Proyek infrastruktur tersebut seperti Jalan Tol Becakayu, Tol Layang Cikampek, Light Rail Transit (LRT), hingga Double-Double Track Jakarta-Cikampek.

General Manager Trans Park Property, Ivan Adrian, mengungkapkan selain Trans Park Juanda jadi salah satu pilihan investasi menarik lantaran letaknya selemparan batu dari Stasiun Bekasi Timur yang jadi lintasan KRL ruas Jakarta-Cikarang. Selain itu, nantinya dalam waktu dekat juga terbangun Stasiun LRT Bekasi-Dukuh Atas yang hanya 10 menit.

"infrastruktur selalu berbanding lurus dengan kenaikan harga properti. Properti rata-rata naik 10% per tahun. Tapi bisa naik 100% per tahun kalau ada daya ungkitnya, yaitu infrastruktur. Di kawasan Bekasi ada akses ke (Bandara) Kertajari, kereta cepat, Pelabuhan Patimban, LRT, jalan tol layang," jelas Ivan saat Soft Launching Jade Tower Trans Park Juanda, Jalan Juanda, Kota Bekasi, Sabtu (2/12/2017).

Apalagi, lanjut dia, Trans Park Juanda dibangun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) atau terintegrasi dengan layanan transportasi publik. Hal ini membuat akses penghuni apartemen bisa dilakukan sangat mudah tanpa perlu bermacet-macetan di jalan raya.

"Kita mau jalan-jalan ke Jakarta tidak perlu keluarkan mobil. Jalan tol Jakarta-Bekasi selalu macet, kita tinggal naik LRT dan KRL sudah sampai Jakarta setengah jam, kalau naik mobil 2 jam. Belum lagi nanti ada MRT tahap dua dikembangkan sampai Bekasi," ujar Ivan.

"Dulu Bekasi lihat pandang sebelah mata. Daerah lain seperti Serpong dan Depok justru stagnan harga propertinya enggak naik-naik, tapi harga tanah di Bekasi merangkak naik karena ada KRL dan Tol Becakayu. Kalau sudah jadi semua infrastrukturnya, prediksi (harga properti) naik 2 kali lipat dari sekarang," imbuhnya.

Keuntungan lainnya di Trans Park Juanda, tutur Ivan, yakni adanya Kampus London School Public Relation (LSPR) yang berada di dalam superblok. Hal ini bisa meningkatkan nilai investasi apartemen di masa-masa mendatang lantaran terdongkrak permintaan kebutuhan tempat tinggal mahasiswa.

"London School ada 5.000 mahasiswa, ketika groundbreaking ternyata bertambah lagi potensi ada 7.000 mahasiswa. Apartemen selalu jadi primadona kalau dikelilingi kampus, apalagi ini dalam komplek yang sama, di dalam superblok ada kampus di dalamnya. Jumlah mahasiswanya saja lebih banyak dari total unit kita di 5 tower nantinya yang jumlahnya 5.652 unit," kata Ivan.

Untuk harga jual, kata Ivan, unit apartemen Trans Park Bekasi dibanderol mulai dari harga Rp 290 jutaan untuk tipe studio. Kemudian untuk tipe dua kamar tidur dijual seharga mulai Rp 500 jutaan, serta unit tipe 3 kamar tidur dibanderol mulai Rp 700 jutaan.

Sementara itu, Direktur Marketing Trans Park Ronald Cassidy, mengungkapkan potensi sewa apartemen dari mahasiswa yang berkuliah di kampus LSPR sendiri sudah sangat besar. Apalagi jika melihat dengan perkembangan Kota Bekasi yang semakin maju dengan banyak infrastruktur yang terbangun dalam beberapa tahun ke depan.

"Ada potensi sewa, potensi yield, dengan adanya 5.000 mahasiswa LSPR. Unit kita saja total 5.000, kalau mereka sewa apartemen Trans Park Juanda habis semua, jadi potensi sewa buat investor sangat menarik. Jadi kalau bingung beli siapa yang sewa, ini sudah ada potensi sewa 5.000 mahasiswa LSPR," terang Ronald.

Menurutnya, properti di Bekasi tengah naik daun beberapa tahun ini sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang sangat masif di wilayah di Timur Jakarta ini. Harga properti di kawasan strategis Bekasi seperti Trans Park Juanda, diprediksi bisa naik dua kali lipat dalam dua tahun ke depan.

"Kenaikan investasi luar biasa, karena kita lihat infrastruktur di Bekasi sendiri kita lihat tol Becakayu sudah jalan, LRT nanti jalan, Stasiun Bekasi Timur di seberang sudah beroperasi, tentunya semua ini sangat mendukung kenaikan harga, estimasi capital gain di atas 50% saat toping off, saat serah terima tower pertama di akhir 2019 sudah di atas 100%," pungkas Ronald. (ega/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed