Follow detikFinance
Minggu 10 Dec 2017, 19:38 WIB

Begini Cara Beli Hunian 'Nempel' Stasiun LRT Cikunir

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Begini Cara Beli Hunian Nempel Stasiun LRT Cikunir Foto: Puti Aini Yasmin-detikFinance
Jakarta - Hunian dengan akses transportasi yang mudah sangat dibutuhkan khususnya bagi masyarakat perkotaan. Nah, hunian yang 'nempel' dengan stasiun bisa menjadi solusinya.

PT Adhi Persada Properti (APP) yang merupakan anak usaha PT Adhi Karya (Persero) sedang mengembangkan hunian vertikal yang 'nempel' dengan stasiun Light Rapid Transit (LRT). Hunian tersebut bernama LRT Superblok The Conexio yang terletak di sisi Stasiun LRT Cikunir 1.

Saat ini, LRT Superblok The Conexio telah membuka penawaran pada tower I yang akan dibangun pada Januari atau Februari mendatang. Ada sebanyak 644 unit apartemen yang ditawarkan pada tower I ini.

Untuk tipe unitnya pun bervariasi, yakni tipe studio, 1 bedroom dan 2 bedroom. Harganya pun dipatok mulai Rp 400 jutaan hingga Rp 1,1 miliar.

Project Manager Properti LRT Superblok The Conexio, Wahyu Widodo mengatakan untuk membeli unit tersebut ada tiga macam cara pembayaran yang disediakan. Pertama adalah sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR), hard cash dan cash bertahap.

"Untuk KPR kita ada 4 kerjasama dengan bank nasional, ada Bank BNI, Bank BTN, Bank Mandiri dan Bank BRI. Ini bank yang saat ini sudah siap," kata Wahyu kepada detikFinance, Minggu (10/12/2017).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa untuk KPR, Down Payment (DP) yang mesti dibayarkan sebesar 20% dari harga unit yang dibeli. Selanjutnya, setiap bulannya tergantung pada pilihan skema tahun dan penawaran dari bank tersebut.

"KPR DP-nya 20% dari harga unitnya. Per bulannya tergantung pada banknya sendiri dan ngambil yang berapa tahun, misal 10 tahun atau 15 tahun kan beda per bulannya," sambungnya.

Kemudian, untuk skema selanjutnya ada cash hard yaitu pembayaran yang langsung membayar secara tunai sebesar harga unit yang dibeli.

Lalu pada skema cash bertahap, pihaknya mengaku menyediakan hingga 48 kali waktu pembayaran cash bertahap tersebut. "Cash bertahap kita ada 6 kali, 12 kali, 36 kali, baru 48 kali," pungkasnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed