Follow detikFinance
Kamis, 04 Jan 2018 18:56 WIB

Target Terbitkan 5 Juta Sertifikat Tanah Tak Tercapai, Ini Penyebabnya

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Foto: Danu Damarjati/detikcom Foto: Danu Damarjati/detikcom
Jakarta - Saat ini pemerintah baru mengeluarkan 4,2 juta sertifikat tanah dari semula yang ditargetkan sebanyak 5 juta sertifikat tanah hingga akhir 2017. Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil mengungkapkan alasannya.

Menurut Sofyan pihaknya telah berhasil mengukur hingga memetakan sampai 5,2 juta sertifikat. Namun dari jumlah tersebut masih ada satu juta yang sertifikatnya masih belum terbit.

Kendalanya, ada tanah yang masih bersengketa dan ada pula yang ditinggalkan pemiliknya. Dengan demikian total sertifikat yang kini telah diterbitkan Badan Pertahanan Nasional (BPN) sebanyak 4,2 juta.

"Masalahnya, targetnya itu 5 juta lebih kita capai. Tapi karena memang tidak semua itu bisa disertifikatkan. (Misalnya) kamu punya tanah di kampung, orang BPN yang ngukur, tapi pemiliknya enggak ada. Tapi nanti kapanpun kamu datang ke kampung tinggal datang ke BPN kita keluarkan (sertifikat)," ujarnya di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018).

Sofyan mengatakan ada empat kategori status tanah yang ada saat ini. Pertama yang memenuhi syarat hukum, kedua bersengketa, ketiga yang ditinggal pemiliknya, dan keempat yang telah bersertifikat namun belum terpetakan.

Ia menjelaskan untuk status tanah yang telah memenuhi aspek hukum maka sertifikat bisa diterbitkan di BPN. Sementara yang masih bersengketa, Sofyan mengatakan agar pemilik bisa menyelesaikan sengketa terlebih dahulu.

Tanah yang telah memiliki sertifikat yang belum terpetakan saat ini berjumlah 46 juta. Namun dengan pendekatan sistematik lengkap, nantinya tanah tersebut akan bisa dipetakan untuk keperluan tata ruang.

"Kelompok yang keempat adalah ada 46 juta sekarang yang sudah tersertifikat. Tapi selama ini belum terpetakan. Jadi istilahnya itu kita masih belum tahu di mana. Karena dulu kan saya perlu sertifikat saya berikan sertifikat, sehingga tersebar di mana mana," kata Sofyan.

"Sekarang pendekatannya total, sistematik lengkap, maka semua itu akan lebih jelas. (Ibarat) puzzle itu semua akan kelihatan semua bidang itu. Akan kelihatan apakah milik negara apakah tanah milik seseorang, apakah jalan, apakah sungai, semua akan terpetakan. Sehingga itu semua nanti akan bermanfaat untuk tata ruang, dan perencanaan strategis lainnya," sambungnya.

Sementara itu di tahun 2018 ini Sofyan menargetkan sertifikat tanah yang akan terbit berjumlah 7 juta. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed