Follow detikFinance
Selasa 09 Jan 2018, 12:10 WIB

Penyewaan Kantor di Jakarta Diprediksi Naik Sepanjang 2018

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Penyewaan Kantor di Jakarta Diprediksi Naik Sepanjang 2018 Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Laporan kondisi properti di Indonesia Tahun 2017 akan dipaparkan gamblang oleh Konsultan Properti Asing Colliers Quartly. Cakupan yang akan dibahas yaitu mengenai situasi Pasar Properti Jakarta berupa kantor, apartemen, perumahan, ritel, industri, dan hotel.

Nantinya pembahasan mengenai kondisi properti akan difokuskan ke berbagai wilayah seperti Jakarta, Surabaya dan Bali. Cakupan bahasan yang akan dipaparkan Colliers Quartly juga akan membahas mengenai kondisi pasar properti berupa kantor, apartemen, ritel, dan hotel.

Konsultan Properti Senior Associate Director Colliers Indonesia, Ferry Salanto menjelaskan, pasar properti Jakarta, di tahun 2017 memiliki perkembangan yang cukup baik.

Namun seiring dengan perkembangan pembangunan properti, tingkat kekosongannya pun meningkat.

Namun dari seluruh perkembangan yang ada, kondisi perkembangan properti di Indonesia mengalami pemulihan. Dengan meningkatnya permintaan untuk perluasan kantor terutama dari penyewa yang memanfaatkan harga sewa rendah saat ini.

"Prediksinya pada 2018, Indonesia akan bergerak maju dengan proyeksi GDP 5,3% yang akan memberikan tempat investasi menarik bagi dana luar negeri yang akan masuk terutama di bisnis e-commerce dan co-working setidaknya untuk dua sampai tiga tahun ke depan," kata dia, dalam paparan di Mercantile Athletic Club, Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Dirinya menjelaskan, kondisi penyewaan kantor 2017 lebih baik dibandingkan tahun 2016. Walaupun banyak yang masuk karena suplai penyediaan gedung banyak dengan kebutuhan aktivitas yang tinggi di sektor perkantoran. Namun harga sewa properti turun 6,2%.

"Jika di tahun 2016 aktivitas persewaan tinggi tapi dengan suplai 9 gedung baru Jakarta luasnya sekitar 500 meter secara tingkat hunian tinggi walau tingkat hunian tinggi karena suplai banyak itu menekan harga 6,2% itu turun," kata dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed