Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin, mengatakan, pemerintah Aceh akan memberikan perhatian khusus pada sektor-sektor yang menjadi penyebab utama tingginya angka kemiskinan di Aceh. Hal itu seperti kebutuhan terhadap rumah, pendidikan dan kesehatan.
"Pemerintah Aceh juga punya target membangun rumah sehat sederhana atau rumah layak huni sebanyak 6.000 unit pada tahun 2018, karena rumah juga menjadi salah satu indikator dalam mengukur angka kemiskinan," kata Mulyadi dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (10/1/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mulyadi, sesuai dengan visi misi dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh tahun 2017-2022, Pemerintahan Irwandi-Nova mempunyai target untuk menurunkan angka kemiskinan 1 persen pertahun.
"Tentunya target ini akan didukung dengan program-program yang menyentuh langsung kepada pemenuhan kesejahteraan rakyat," jelas Mulyadi.
Sementara itu Kepala Bappeda Aceh Azhari Hasan, mengatakan, berdasarkan hasil kajian Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menyebutkan jika penyaluran beras sejahtera dilakukan tepat sasaran dan tepat jumlah, maka akan dapat mengurangi tingkat kemiskinan di Aceh hingga 2,46 persen dari angka baseline.
"Dalam jangka pendek, prioritas penanggulangan kemiskinan di Aceh adalah menjamin penyaluran beras sejahtera sesuai dengan peraturan," tegas Azhari yang juga menjabat Sekretaris TKP2K Aceh. (ang/ang)










































