Follow detikFinance
Rabu 10 Jan 2018, 18:53 WIB

Cerita Jokowi Ancam Menteri ATR Bila Tak Capai Target

Hendra Kusuma - detikFinance
Cerita Jokowi Ancam Menteri ATR Bila Tak Capai Target Foto: Kris-Biro Pers Setpres
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan peringatan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil terkait dengan target pemberian sertifikat lahan untuk masyarakat di Indonesia.

Orang nomor satu di Indonesia ini pun tidak segan merealisasikan perjanjian yang telah disepakatinya yakni mencopot jabatannya dari jajaran menteri kabinet kerja. Target pemberian sertifikat pada 2017 sebanyak 5 juta dan telah berhasil disalurkan

"Saya ingin terimakasih yang sebesar-besarnya pada seluruh jajaran Kementerian ATR/BPN dari tingkat pusta sampai tingkat kabupaten/kota, sehingga target yang saya berikan kepada pak menteri 2017 lalu bisa tercapai," kata Jokowi saat memberikan arahan di acara Rakernas Kementerian ATR 2018 di Jakarta, Rabu (10/1/2018).

"Karena janjiannya saya dengan Pak Menteri di awal perjaniannya, Pak targetnya ini 5 juta kalau enggak tercapai tahu sendiri. Nanti Pak Menteri sampaikan saja ke kanwil, ke dirjen, ke eselon sama, targetnya ini, yang nggak memenuhi sama, copot, bener enggak?" sambung Jokowi.

Jokowi meminta kepada seluruh jajaran Kementerian ATR maupun pejabat BPN di daerah untuk tidak takut mengejar target yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Pada tahun ini, ditargetkan pemberian sertifikat sebanyak 7 juta.

"Enggak perlu takut kalau kita bekerja target itu dikejar benar dan itu bukan suatu yang sulit, itu sudah dibuktikan di 2017, di tahun 2018 7 juta, tadi Pak menteri bilang lebih gampang dan bisa lebih cepat," jelas dia.

Jokowi juga mengetahui bahwa seluruh pegawai BPN telah bekerja keras pagi hingga larut malam untuk mengejar target penyerahan sertifikat. Oleh karena itu, dirinya meminta kerja keras tetap dipertahankan sehingga 2025 seluruh bidang tahan di Indonesia dapat tersertifikasi.

Diketahui, hingga 2016 dari 126 juta bidang tanah, baru 46 juta yang sudah tersertifikasi, artinya masih ada sekitar 80 juta bidang tanah yang harus disertifikasi sampai 2025.

"Saya yakin dengan kerja keras BPN, target saya 2025 seluruh bidang tanah di tanah air ini sudah bersertifikat. Tadi yang nawar kok Pak Menteri 2023 akan rampung, saya catet lho," tukas dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed