Follow detikFinance
Rabu 10 Jan 2018, 19:27 WIB

Jokowi Ingatkan Menteri ATR Soal Izin Tanah yang Nganggur

Hendra Kusuma - detikFinance
Jokowi Ingatkan Menteri ATR Soal Izin Tanah yang Nganggur Foto: Kris-Biro Pers Setpres
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil terkait dengan realisasi program reforma agraria dan retribusi tanah.

Menurut Jokowi, program yang sudah bertahun-tahun dibicarakan itu belum juga jadi kenyataan dalam mengatasi persoalan ekonomi masyarakat bawah.

"Program reforma agraria dan redistribusi tanah. Program ini kita bicarakan bertahun-tahun tapi kenyataan secara masif belum jadi kenyataan," kata Jokowi saat memberikan arahan di acara Rakernas Kementerian ATR 2018 di Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Mantan Wali Kota Solo ini menyebutkan, program reforma agraria terutama dalam hal retribusi tanah bisa menjawab persoalan ketimpangan dalam hal penguasaan tanah di kalangan masyarakat.

Dia menuturkan, saat ini banyak pihak yang memegang Hak Guna Usaha (HGU) membiarkan lahannya nganggur, di sisi lain banyak masyarakat yang benar-benar membutuhkan lahan justru tak bisa memperolehnya sehingga sulit menjalankan usaha.

"Di kota cuma cari 50 m2 rakyat sudah kesulitan, tapi ada yang punya HGU sampai juta hektar. Hal seperti ini kita harus punya visi yang sama, bahwa rakyat harus dapat tanah dapat lahan. Oleh karena itu reforma agraria dan redistribusi tanah harus jadi perhatian," kata Jokowi.

Di 2018, Jokowi meminta kepada seluruh jajaran Kementerian ATR pusat maupun daerah menyiapkan redistribusi tanah yang mengarah pada HGU. Di mana, bagi pemilik yang tidak mengajukan perpanjangan dinyatakan sebagai tanah terlantar dan menjadi milik negara.

Dari skema itu, dia bilang, masyarakat yang selama ini sulit mendapatkan akses tanah HGU bisa diberikan, khususnya 40% kelompok masyarakat bawah.

"Supaya kita memiliki pikiran yang sama. Redistribusi tanah itu bukan program bagi-bagi tanah, ini untuk mensejahterakan masyarakat terutama lapisan bawah sehingga bisa menekan kemiskinan dan kesenjangan," tutup dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed