Follow detikFinance
Selasa 23 Jan 2018, 18:23 WIB

Indonesia Ternyata Punya Rumah Anti Gempa, Ada di Mana Saja?

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Indonesia Ternyata Punya Rumah Anti Gempa, Ada di Mana Saja? Foto: Dok Kementerian PUPR
Jakarta - Untuk meningkatkan keamanan konstruksi bangunan, ternyata Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki standar konstruksi bangunan anti gempa.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan PUPR Danis Sumadilaga meyebutkan, pihaknya sudah membangun rumah anti gempa di kawasan dengan potensi gempa tinggi di antaranya kawasan Nusa Tenggara Timur dan Aceh.

"Misalnya sekarang di Aceh Pidie Jaya, kita sudah punya. Misalnya bikin pondasinya dibuat khusus, ukurannya bagiamana pasang besinya cara menyambungkannya seperti apa, selain Pidie Jaya juga kita ada di NTT Sinabung," kata dia, Selasa (23/1/2018).

Sebelumnya, teknologi Rumah Sistem Panel Instan atau Ruspin merupakan pengembangan desain komponen dari Rumah Instan Sederhana (Risha). Keunggulan teknologi ini adalah pemasangan yang sangat cepat dibandingkan rumah konvensional dan mudah diaplikasikan oleh masyarakat dengan sistem bongkar pasang.

Teknologi ini cocok diterapkan di hampir seluruh wilayah Indonesia khususnya di daerah rawan gempa. Perkiraan harga sebesar Rp 17,25 juta/unit T36 franco Bandung (tahun 2017) atau lebih murah Rp 3 juta dari rumah T36 konvensional dan proses perakitan selama 3 hari dengan 4 pekerja.

Dari data yang dimilikinya, Danis mengungkapkan, ada sekitar 295 titik rawan gempa yang tersebar di seluruh Indonesia. 100 titik di kawasan timur, 20 titik di kawasan Jawa, sebagian ada di kawasan Sumatera, hanya Kalimantan yang aman dari gempa. Dari tahun 2010 yang hanya 81 potensi bahaya, tentunya kenaikan potensi bahaya membuat Indonesia perlu mawas diri.

"Artinya kita menyadari memiliki risiko gempa yang cukup besar. Makin tinggi risikonya menggambarkan betapa besar pengaruh gempa. Konstruksi bangunan tinggi standar nasional namun sementara baru mengacu pada peta hazart di tahun 2010. 2017 sedang kita kerjakan untuk updateing standar gempa yang baru," papar dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed