Follow detikFinance
Minggu 28 Jan 2018, 08:58 WIB

Lewat Usia 30 Tahun, Bangunan Tinggi Rawan Roboh saat Gempa

Trio Hamdani - detikFinance
Lewat Usia 30 Tahun, Bangunan Tinggi Rawan Roboh saat Gempa Foto: Ilustrasi gempa Banten (Ilustrator: Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta - Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi), Andi Rukman Karumpa menyatakan bangunan memiliki usia maksimal yang mempengaruhi daya tahannya, termasuk terhadap gempa.

Seperti diketahui, bangunan tinggi Jakarta berguncang akibat gempa mengguncang Lebak, Banten. Selama sepekan kemarin terhitung 3 kali guncangan gempa Banten terasa hingga Jakarta. Tentunya hal ini perlu disikapi dengan baik.

"Memang kan semua bangunan yang ada di Jakarta sudah punya SLF (sertifikat layak fungsi), tapi kan umur maksimum bangunan memang 30 tahun. Nah yang jadi persoalan sekarang kan di saat terakhir ini kita banyak dilanda guncangan gempa," katanya ketika dihubungi detikFinance, Jakarta, Kamis (25/1/2018).


Namun di Jakarta atau Indonesia pada umumnya banyak bangunan tua yang tetap kokoh meski diguncang gempa.

"Kita harus clear lagi, bangunan peninggalan Belanda dan Jepang itu ratusan tahun juga masih kokoh kan. Tapi lihat dulu berapa lantai. Kalau yang sudah minimal 10 lantai ke atas ya itu harus kita perhatikan baik," jelasnya.

Adapun, dia menjelaskan perlakuan yang bisa diberikan terhadap bangunan yang konstruksinya sudah berada di atas 30 tahun. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah penguatan dari sisi konstruksi.

"Namanya penyuntikan beton lagi. Ada penguatan lagi kan," ujarnya.

Kekokohan bangunan sendiri bisa diketahui dengan melakukan pengecekan menggunakan peralatan khusus. Hal itu bertujuan untuk mengetahui kapan saatnya penguatan konstruksi dilakukan.

"Iya kan orang teknik punya alat kan, mengecek kedalaman betonnya, ketahanan betonnya, semua ada alatnya. Bangunan kita bisa sanggup sampe 50 tahun, 100 tahun juga sanggup. Tapi maksud saya di usia (bangunan) 30 kita harus memperhatikan," tambahnya.

Pekan ini, gempa pertama kali terjadi di Banten pada Selasa (23/1/2018). Pusatnya di Lebak, persisnya 81 km arah barat daya Lebak. Gempa yang terjadi pukul 13.34 WIB itu pusatnya ada di kedalaman 10 km.

Salah satu gempa susulan terasa di Jakarta pada Rabu (24/1). Waktunya hampir sama dengan gempa pertama di hari sebelumnya, yaitu pada pukul 13.32 WIB.

Jumat (26/1) gempa kembali terasa di Jakarta. Pusatnya masih di Lebak, Banten tepatnya 79 km dari sana. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed