Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 22 Feb 2018 06:58 WIB

Pilih Rumah Tapak Atau Apartemen?

Mohamad Taufiq Ismail - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta - Tempat tinggal, adalah salah satu kebutuhan primer manusia yang terdiri atas sandang, pangan, dan papan. Papan didefinisikan sebagai tempat tinggal.

Kita biasa menyamakan antara tempat tinggal dengan rumah karena memang kebanyakan orang Indonesia tinggal di tempat yang disebut rumah. Apakah itu rumah orang tua, rumah pribadi, rumah kontrakan, rumah susun, atau rumah kost (kamar).

Apakah ada orang yang tidak memiliki tempat tinggal atau rumah? Ada, misalnya gelandangan. Tempat tinggalnya bisa di emperan toko atau di kolong jembatan, tapi sejatinya itu bukan rumah.

Nah di jaman now ini, bertambah satu lagi jenis tempat tinggal, yaitu apartemen. Perbedaannya, jika rumah yang biasan kita lihat terletak di atas tanah secara langsung, atau disebut rumah tapak (landed house), maka apartemen letaknya di gedung bertingkat sehingga sering juga disebut juga hunian vertikal.

Saat ini sudah mulai banyak orang Indonesia yang bertempat tinggal di apartemen, karena terbatasnya rumah tapak yang lokasinya sesuai keinginan tapi harganya terjangkau. Sebenarnya rumah susun pun juga bisa juga disebut sebagai hunian vertikal karena rumah susun sama saja seperti apartemen, dibangun sebagai gedung bertingkat.

Kita tidak akan membahas definisi dalam artikel ini, silakan Anda pilih artinya masing-masing, toh tidak terlalu penting untuk diperdebatkan di sini. Yang akan kita bahas adalah kelebihan dan kekurangan atas pilihan rumah tapak dan apartemen (hunian vertikal) dari beberapa sudut pandang.

1. Status keluarga
Jika Anda masih single, akan lebih praktis memiliki apartemen karena Anda masih sendiri, belum membutuhkan tempat tinggal yang cukup luas. Apartemen tipe studio sepertinya sudah cukup untuk Anda.

Anda juga tidak terlalu dipusingkan dengan perawatan tempat tinggal. Perawatan rumah tapak lebih kompleks jika dibandingkan perawatan apartemen. Harus merawat kebun atau kadang atap yang kadang bocor saat hujan, serta lampu penerangan yang jumlah titiknya cukup banyak.

Kalaupun Anda sudah berkeluarga, masih ada pilihan apartemen dengan 2 hingga 3 kamar tidur. Untuk keluarga dengan 2 anak sepertinya masih cukup. Namun jika Anda adalah keluarga besar, apartemen dengan 3 kamar tidur pun mungkin akan terasa sempit, kecuali Anda sanggup membeli atau menyewa apartemen yang lebih luas.

Kebanyakan keluarga di Indonesia saat ini, terutama yang termasuk dalam generasi X, menganggap untuk memiliki rumah tapak menjadi suatu keharusan, walaupun statusnya adalah rumah kontrak. Apartemen tidak menjadi pilihan tempat tinggal karena sempit. Apartemen juga tidak memiliki halaman depan untuk sekedar anak bermain dan duduk duduk di teras rumah menunggu tukang bakso lewat.

2. Jarak antara tempat tinggal dan tempat bekerja
Ini merupakan salah satu faktor utama orang membeli apartemen, yaitu untuk mendekatkan diri ke tempat kerja. Kebanyakan apartemen didirikan di tengah kota, ataupun walaupun di pinggiran, letaknya di dekat pusat bisnis dan alat transportasi publik seperti busway dan kereta api.

Kedekatan dengan tempat kerja membuat waktu tidak terbuang untuk perjalanan menembus kemacetan dari pinggiran kota. Berbeda halnya dengan rumah tapak. Memang ada rumah tapak yang lokasinya di tengah kota, namun harganya pasti sudah sangat tinggi.

Untuk rumah tapak dengan harga yang relatif terjangkau lokasinya biasanya berada di pinggir kota atau bahkan di kota penyangga. Lokasi yang jauh menyebabkan waktu perjalanan menjadi lebih lama karena terjebak kemacetan.

3. Harga
Harga rumah tapak terus meningkat setiap tahunnya. Demikian pula dengan harga apartemen. Apabila kita membandingkan harga rumah tapak dan apartemen, maka harga rumah tapak relatif lebih mahal dibandingkan dengan apartemen di lokasi yang sama, karena rumah tapak memiliki keunggulan adanya tanah.

Bingung? Sudah tahu kan bahwa investasi tidak hanya di pasar modal seperti saham, obligasi dan reksadana. Ternyata property juga bisa dipergunakan sebagai wahana investasi.

Tinggal anda pelajari cara memilih yang tepat dan semua itu bisa dipelajari di kelas dan workshop keuangan, salah satunya yang diselanggarakan oleh AAM & Associates http://ow.ly/pxId30gC3BB maupun IARFC Indonesia http://ow.ly/NbPy30gC3Dy.

Info workshop Kaya Raya Dengan Reksa Dana bulan depan 2018 buka di sini http://bit.ly/WRD0218. Untuk belajar mengelola gaji bulanan bisa ikut workshop CPMM, info di sini http://bit.ly/PMM0218.

Untuk di Bali atau anda ingin belajar sambil liburan bisa ikutan dibulan February workshop mengelola keuangan, info http://bit.ly/PMDPS02, Dan bagi yang ingin belajar Cara Kaya dengan Reksa Dana di Bali, info http://bit.ly/RDDPS02 lumayan bisa jalan-jalan liburan sambil belajar lho. Ada juga yang di Jogja, info bisa buka di sini http://bit.ly/PMJGS18 dan di sini http://bit.ly/RDJGS18.

Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Intermediate Financial Planning info lihat di sini http://bit.ly/IMD0318.

Selain itu bisa juga bergabung di akun telegram group kami dengan nama Seputar Keuangan atau klik di sini t.me/seputarkeuangan.

Tentukan pilihan Anda, ingin memiliki rumah tapak ataupun apartemen. Tentukan pula lokasi yang menjadi incaran Anda.

Surveilah lokasi tersebut, berapa harga rumah tapak dan apartemen di sekitar lokasi tersebut untuk menentukan besar uang yang harus dipersiapkan terlebih dulu, karena tanpa adanya persiapan dan perencanaan keuangan, maka untuk memiliki tempat tinggal pribadi akan terasa cukup berat karena nilainya yang tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed