Follow detikFinance
Jumat, 23 Feb 2018 17:07 WIB

Penjelasan Lengkap Kontraktor DP Rp 0 yang Dituding Curang

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) telah menegaskan bahwa perseroan menggarap hunian DP Rp 0 dengan skema Kerjasama Operasi (KSO) bersama dengan PD Pembangunan Sarana Jaya. Pernyataan itu menjawab tudingan bahwa penunjukan Totalindo ada unsur kecurangan.

Perseroan juga menjelaskan, bahkan untuk menggarap proyek tersebut pihaknya harus mengeluarkan uang Rp 34 miliar. Uang tersebut untuk membayarkan utang dari KSO sebelumnya yang berisi PD Pembangunan Sarana Jaya dengan PT Gemilang Usaha Terbilang (GUT) kepada Bank DKI.

Proyek itu ternyata mangkrak ketika menggarap proyek hunian di lahan yang berada di daerah Pondok Kelapa, Jakarta Timur itu.



"Kita juga harus mengeluarkan uang Rp 9 miliar lantaran sudah laku 109 unit sebelumnya," kata Direktur Utama Totalindo Eka Persada Donald Sihombing di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Lantas mengapa Totalindo mau menggarap proyek tersebut? Padahal proyek tersebut dipandang kurang menguntungkan lantaran untuk mendukung program Pemprov DKI Jakarta yang ingin menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat ibu kota.

Donald menjawab, bahwa perusahaan menggarap proyek di lahan itu tak hanya satu tower untuk hunian DP Rp 0, tapi juga ada tiga tower lainnya yang bersifat komersial. Nantinya pendapatan dari hunian komersial itu untuk menyuntikkan subsidi pada tower DP Rp 0.

"Kita sih jujur lebih suka komersial, tapi ya nggak apa-apa. Katanya orang-orang kan menolong orang kecil banyak pahala. Tapi kita nggak rugi kok," tuturnya.



Untuk 1 tower DP Rp 0 sebanyak 703 unit akan dijual dengan harga Rp 8,8 juta per meter per segi. Sementara untuk 3 tower komersial akan dijual seharga Rp 13 juta per meter per segi.

Proyek tersebut akan dibuat dalam 2 tahap, tahap pertama untuk 1 tower DP Rp 0 di atas lahan 1,4 hektar dan tahap kedua untuk 3 tower komersial dengan lahan 1,5 hektar.

Donald menambahkan, uang Rp 34 miliar plus Rp 9 miliar yang akan dikeluarkan sebenarnya juga akan masuk dalam nilai investasi yang harus disuntikan perseroan. Dalam KSO ini, Totalindo harus menyuntikkan modal 25% dan sisanya PD Pembangunan Sarana Jaya. Adapun total nilai proyek untuk membangun 4 tower itu sekitar Rp 600 miliar.

"Nantinya pun ketika ada keuntungan kami mendapatkan porsi 25%," tukasnya.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed