Follow detikFinance
Jumat, 23 Feb 2018 19:05 WIB

Bukan Curang, Begini Proses Totalindo Bisa Jadi Kontraktor DP Rp 0

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Zaki Alfarabi Foto: Tim Infografis: Zaki Alfarabi
Jakarta - PD Pembangunan Sarana Jaya menggarap proyek hunian DP Rp 0 di Pondok Kelapa, Jakarta Timur dengan skema Kerjasama Operasi (KSO) bersama PT Totalindo Eka Persada Tbk. Skema tersebut rencananya akan terus digunakan untuk pembangunan selanjutnya.

Direktur Pengembangan PD Pembangunan Sarana Jaya, Denan Kaligis mengatakan, dengan skema tersebut program DP Rp 0 tidak akan menggunakan APBD Pemprov DKI Jakarta dan juga tidak membebani keuangan perusahaan.

"Kemungkinan besar ini adalah yang mungkin di antara skema-skema yang ada. Dengan ini kami akan dapat bantuan pendanaan dari partner," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (23/2/2018).



Dia menjabarkan pengumuman calon mitra KSO pembangunan rumah DP Rp 0 ini diumumkan secara terbuka melalui website PD Pembangunan Sarana Jaya pada 18 Desember 2017. Totalindo menyampaikan kepeminatannya pada 20 Desember 2017. Hal itu dianggap menjawab tudingan kecurangan yang dialamatkan kepada perseroan.

"Saat itu Totalindo perusahaan pertama yang mengajukan dan langsung kami proses," tuturnya

Totalindo saat itu dianggap telah memenuhi persyaratan yang terdapat pada Kerangka Acuan Pemilihan Calon Mitra KSO. Skema kerjasama KSO yang disepakati oleh kedua belah pihak dengan komposisi penyertaan pada proyek 75% Sarana Jaya dan Totalindo sebesar 25%.



Selain itu untuk menggarap proyek tersebut, Totalindo juga harus mengeluarkan uang Rp 34 miliar. Uang tersebut untuk membayarkan utang dari KSO sebelumnya yang berisi PD Pembangunan Sarana Jaya dengan PT PT Gemilang Usaha Terbilang (GUT) kepada Bank DKI.

Proyek itu ternyata mangkrak ketika menggarap proyek hunian dilahan yang berada di daera Pondok Kelapa, Jakarta Timur itu. Selain itu Totalindo juga harus mengeluarkan uang Rp 9 miliar untuk mengganti 109 unit yang sudah dipesan pembeli.

Sementara untuk harga penyertaan atau penggantian tanah sebesar 4,1 juta per m2 sesuai hasil apraisal KJPP dan tata cara pembayaran 4 tahap dalam tahun 2018. Perjanjian KSO antara PD Pembangunan Sarana Jaya dengan PT Totalindo tertuang dalam Akta Perjanjian No. 7 tanggal 15 Januari 2018.

Cara tersebut juga dianggap tidak melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed