Follow detikFinance
Rabu, 28 Feb 2018 11:13 WIB

Rumah Dp Rp 0 Batal Groundbreaking, Anies: Yang Bilang Hari Ini Siapa?

Indra Komara - detikFinance
Foto: Trio Hamdani/detikFinance Foto: Trio Hamdani/detikFinance
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta batal melakukan groundbreaking program rumah DP Rp 0 di Rorotan, Jakarta Utara. Gubernur DKI Jakarta Anies mengatakan belum ada rencana lanjutan terkait groundbreaking rumah DP Rp 0 tersebut.

"Yang bilang hari ini (Groundbreaking) siapa juga? Makanya kemarin saya ditanyain saya nggak komentar, siapa yang bilang hari ini. Belum ada rencana (Groundbreaking)," kata Anies di Gedung Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (28/2/2018).


Anies belum bisa menjelaskan lebih rinci terkait rumah DP Rp 0 di Rorotan. Bahkan saat ditanya apalah ada kendala dalam program rumah DP Rp 0 di Rorotan, Anies menyebut belum ada program rumah DP Rp 0 di sana.

"Saya prinsipnya Anda tahu. Tidak pernah mengumumkan sampai semua matang. Jadi semuanya siapin, semua tertata baik sudah siap baru umumkan," ujar Anies.

"Belum ada program itu. Yang kita sudah luncurkan, sudah diluncurkan. Yang sekarang belum, belum ada. Anda cek aja program siapa? Program pemprov? Tidak ada. Cek aja," papar Anies.


Rumah DP Rp 0 di Rorotan, Jakarta Utara dibangun oleh pihak swasta. Anies kemudian menjelaskan salah satu syarat program rumah DP Rp 0 bisa terselenggara apabila bekerjasama dengan pemerintah daerah atau pemerintah pusat.

"Justru itu kalau ada pihak-pihak yang mau menyelenggarakan silakan selenggarakan. Tapi kalau diselenggarakan pemprov ada tata kelolanya. Ada aturannya. Kalau swasta mau selenggarakan silakan aja. Kami tidak pernah melarang tapi kalau melibatkan pemprov maka harus mengikuti dan benar cara payung aturannya, payung hukumnya," jelas Anies.

"Kan ini program DP 0 rupiah hanya bisa diselenggarakan bila apa? Bila itu adalah program pemerintah pusat atau pemerintah daerah. Betul kan? Kita selama ini mengumumkan untuk siapa di dalam skema FLPP bagi yang berpenghasilan di bawah Rp 7 juta. Nah yang berpenghasilan di atas Rp 7 juta masih ditata. Nanti kalau udah siap baru kita lanjutkan," lanjutnya. (idn/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed