Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 02 Mar 2018 06:56 WIB

Sandi Akui Rumah DP Rp 0 di Rorotan Susah Masuk Skema FLPP

Mochamad Zhacky Kusumo - detikFinance
Foto: Trio Hamdani/detikFinance Foto: Trio Hamdani/detikFinance
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengakui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sulit diterapkan untuk rumah tapak di Rorotan, Jakarta Utara. Sebab, harga rumah yang dibangun oleh PT Nusa Kirana itu mencapai Rp 350 juta.

"Skema FLPP (rumah tapak) hari ini emang itu angkanya (Rp 148,5 juta). Jadi angkanya jauh, mereka (rumah tapak di Rorotan) di Rp 350 jutaan. Kita masih cari skema apa yang bisa disandingkan. Kalau pakai skema FLPP, kelihatannya belum ada ruang untuk mensinkronkan itu," kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018).

Sandi menuturkan pihaknya akan mencari cara agar rumah tapak bisa selaras dengan program rumah DP Rp 0. Rencananya, Sandi besok akan bertemu dengan pihak PT Nusa Kirana.

"Besok saya ketemu sama mereka (PT Nusa Kirana). Kita coba, adakah inovasi lain dari segi skema yang bisa kita tawarkan, sehingga pemerintah bisa memfasilitasi rumah DP Rp 0 dengan sistem rumah tapak seperti yang dilakukan PT Nusa Kirana," papar Sandi.


Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman DKI Agustino Darmawan sebelumnya mengatakan rumah tapak yang dibangun PT Nusa Kirana di Rorotan bukan program Pemprov DKI. Rumah tersebut dibangun untuk membantu Pemda DKI menyediakan rumah murah.

"Tapi kalau lihat rencana pengembangannya itu termasuk rumah murah juga, tapi nggak masuk skema FLPP. Bukan (program rumah DP Rp 0 milik pemprov). Tapi dia (PT Nusa Kirana) membantu pemprov. Digarisbawahi, dia membantu pemprov untuk rumah murah," kata Agustino saat dihubungi wartawan, kemarin.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed