Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 14 Mar 2018 18:25 WIB

Rumah DP Rp 0 Khusus Untuk Pasangan Sudah Menikah, Bukan Jomblo

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno (M Fida Ul Haq/detikcom) Foto: Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno (M Fida Ul Haq/detikcom)
Jakarta - Pendaftaran pembelian hunian rumah DP Rp 0 yang telah dilakukan groundbreaking di Klapa Village, Jakarta Timur, Januari lalu akan segera terlaksana. Pendaftaran akan dibuka setelah badan layanan umum daerah (BLUD) yang saat ini tengah dibentuk akan rampung pada April mendatang.

Namun pembelian rumah susun dengan bantuan keringanan uang muka yang kabarnya akan ditalangi ini hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah atau berkeluarga. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjelaskan, hal tersebut dilakukan agar hunian dengan persyaratan batas penghasilan Rp 4 juta hingga Rp 7 juta itu bisa terjangkau.

"Syaratnya sudah menikah. Jadi untuk jomblo, mohon maaf. Jadi harus punya surat keterangan menikah dari kelurahan," katanya di Gedung G Balai Kota, Jakarta, Rabu (14/3/2018).


Syarat lainnya adalah pasangan yang telah menikah tersebut harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Jakarta. Untuk itu, calon konsumen nantinya harus menyertakan fotocopy e-KTP DKI Jakarta yang dikeluarkan tahun 2013 atau sebelumnya, fotocopy Kartu Keluarga (KK), serta belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi perolehan rumah berupa pemilikan rumah dari Pemerintah Pusat maupun Daerah.


Pemohon atau calon konsumen juga harus menunjukkan bukti masa kerja atau usaha minimal 1 tahun. Lalu fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi, serta bukti penghasilan dalam satu keluarga tidak melebihi batas penghasilan masyarakat berpenghasilan rendah (Rp 7 juta).

"Kalau di FLPP maksimal penghasilan Rp 7 juta. Tapi kalau suami misalnya penghasilannya Rp 7 juta, isteri Rp 3 juta, itu nggak masalah. Tapi kalau salah satunya penghasilannya sudah lewat dari Rp 7 juta, nggak boleh," pungkasnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed