Follow detikFinance
Jumat, 27 Apr 2018 10:56 WIB

Campur Tangan Rachmat Saleh pada Lahirnya Dunia Fantasi

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: dok. BI Foto: dok. BI
Jakarta - Mantan Gubernur Bank Indonesia Rachmat Saleh dikenal rajin membantu pengusaha untuk mendapatkan kredit. Dia menjembatani para pengusaha yang kesulitan dapat kucuran modal untuk mengembangkan usahanya.

Nama beken yang pernah merasakan jasa dari Rachmat Saleh adalah Abdul Latief yang membawa puluhan pengusaha muda. Selain itu, pengusaha senior yang kini jadi taipan properti Ciputra pun pernah dibantu oleh Rachmat.

Dalam buku berjudul Legacy, Sang Legenda Kejujuran Rachmat Saleh yang ditulis Syafrizal Dahlan dkk, Rachmat Saleh disebutkan membantu Ciputra dalam mengembangkan pembangunan Ancol II - Dunia Fantasi (Dufan).

Kala itu, Ciputra yang akrab dipanggil Pak Ci ini, telah membuat studi kelayakan dengan konsultan asal Amerika untuk rencana pembangunan Ancol II. Namun tidak satu pun bank yang bersedia mengucurkan kredit untuknya.

Ia pun memberanikan diri untuk menghadap Rachmat Saleh dan mempresentasikan proyek tersebut dengan harapan pembangunan tersebut dapat dibantu pembiayaannya.


"Pertemuan itu paling-paling hanya membuat dia dan Rachmat Saleh berkesempatan berbincang ala kadarnya. Kalaupun membantu memperoleh kredit untuk proyek Ancol II, Rachmat Saleh paling banter cuma menelepon direksi bank," pikir Pak Ci seperti ditulis Syafrizal Dahlan Dkk dalam buku Legacy Sang Legenda Kejujuran Rachmat Saleh.

Namun siapa kira, pertemuan tersebut justru dibalas dengan pertemuan lainnya bersama Direktur Bank BNI kala itu Somala Wiria, Direktur Keuangan Bank BNI Teuku Abdullah, dan Kepala Divisi Kredit Widigdo Sukarman.

Lantas, kredit pun diberikan untuk pembangunan proyek dengan jangka tujuh tahun. Namun Pak Ci mambayar lunas cicilan tersebut dalam waktu empat tahun untuk mambalas kebaikan tersebut.

"Untuk membalas kebaikan Pak Rachmat dan direksi BNI, sebelum empat tahun semua kredit itu saya lunasi," terang Pak Ci.

Ia pun menilai bahwa Rachmat Saleh bukan lah seorang rasialis ataupun segregatif (pemisah berdasarkan ras atau etnis tertentu) seperti dipikirkan orang terkiat kebijakan untuk mendorong pengusaha pribumi.


"Pak Rachmat Saleh membantu siapa saja yang ingin memajukan Negeri ini. Pribumi dia bantu. Saya yang keturunan Tionghoa juga dia bantu," kisah Ciputra.

(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed