Follow detikFinance
Rabu, 09 Mei 2018 17:23 WIB

Anies Minta BUMD DKI Satu Suara Soal Rumah DP Rp 0

Muhammad Fida Ul Haq - detikFinance
Foto: Indra Komara/detikcom Foto: Indra Komara/detikcom
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta BUMD Provinsi DKI Jakarta yang terkait program rumah DP Rp 0 mempekerjakan konsultan komunikasi. Konsultan tersebut diminta untuk membantu menyampaikan ke masyarakat agar tidak simpang siur sehingga seluruh informasi mengenai program DP Rp 0 bisa satu suara.

"Iya, biar dikomunikasikan dengan baik biar nggak kepelintir-pelintir," kata Anies di Kepulauan Seribu, Rabu (9/5/2018).

Meski meminta jajarannya menyewa konsultan, Anies menegaskan tidak melarang jajarannya berbicara rumah DP Rp 0 ke publik. Dia cuma ingin semua jajarannya mempunyai pemahaman yang sama.

"Oh semuanya boleh ngomong tapi kalau begini (sewa konsultan) ada komunikasi yang lebih baik. Semuanya juga intinya adalah kita ingin masyarakat memahami dengan baik program DP Rp 0. Kita ingin agar pemahaman yang dimiliki masyarakat sama dengan rencana kita," jelasnya.



Anies mengakui masing-masing BUMD mempunyai pandangan berbeda terkait rumah DP Rp 0. Dia tidak ingin masyarakat bingung dengan program tersebut.

"Karena banyak noise di luar sehingga voice-nya ketutup. Jangan sampai kepala dinasnya nggak paham apa yang harus dikatakan malah justru mengatakannya berbeda dengan kebijakannya," terangnya.

Anies sebelumnya mengatakan hal tersebut dalam rapat pimpinan Rabu (25/4) yang diunggah di akun resmi Pemprov DKI. Pihaknya mengeluhkan jajarannya yang mempunyai pemahaman berbeda terkait rumah DP Rp 0.

"Paling banyak bermasalah komunikasinya apa? DP 0 persen. Simpang siurnya. Kenapa? Karena memang njlimet. Coba kalau bapak-ibu lihat situ ini kita-kita aja yang tadi presentasi kalau habis ini diwawancara satu-satu pasti beda-beda jawabannya," ucap Anies.

Mantan Mendikbud ini mengatakan program rumah DP Rp 0 sudah baik. Dia menyayangkan Bank DKI, Jakpro, PD Pasar Jaya, Sarana Jaya yang berbeda pemahaman dengan dirinya.

"Syairnya bagus kemudian nadanya juga itu bagus, tapi penyanyinya itu blero pak. Apa tuh? Fals. Jadi bukan salah syairnya bukan salah lagunya tapi salah yang nyanyinya. Ini kan lagu yang sama. The singer not the song. The song is good, the script is good, tapi penyanyinya allahuakbar payah," kata Anies.

(fdu/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed