Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 18 Mei 2018 10:47 WIB

"Punya Rumah Nggak Harus Beli, Nyewa Juga Bisa"

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Tim Infografis - Zaki Alfarabi Foto: Tim Infografis - Zaki Alfarabi
Jakarta - Sebuah survei dari situs properti rumah123 menyebutkan bahwa sebagian besar masyarakat Jakarta tinggal di rumah yang tidak dibeli dengan uang sendiri seperti rumah orang tua, warisan atau rumah dinas. Hal ini diyakini bahwa isu tempat tinggal masih belum teratasi dengan baik terutama soal edukasi mengenai pembiayaan sehingga orang-orang tak lagi menunda pembelian huniannya.

Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan penyediaan hunian bagi diri sendiri tak harus dengan punya rumah sendiri. Mengingat harga lahan dan rumah yang sudah terlampau tinggi di Jakarta saat ini, maka sewa menjadi solusi sementara.

"Untuk dapat menghuni rumah yang layak, masyarakat tidak harus membeli rumah sendiri, namun bisa juga dengan menyewa," kata Khalawi kepada detikFinance saat dihubungi, Kamis, (17/5/2018).

Dia mengakui bahwa rumah yang berada di kawasan perkotaan pada umumnya relatif mahal, utamanya dikarenakan tingginya harga lahan. Akibatnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak mampu membeli rumah.

Lanjut dia, pemerintah saat ini telah berupaya dengan sejumlah program untuk bisa menyediakan hunian, khususnya bagi MBR. Salah satunya dengan rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

"Melalui kebijakan pembangunan rusunawa, dapat disediakan rumah yang layak dan terjangkau dengan infrastruktur yang memadai, khususnya dalam menyikapi terbatasnya dan mahalnya harga lahan di perkotaan, yang menjadi salah satu penyebab utama mahalnya harga rumah," kata dia.


Lebih lanjut dia mengatakan pemerintah juga memberikan bantuan pembiayaan melalui program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Program itu merupakan bantuan pemerintah yang diberikan kepada MBR yang telah mempunyai tabungan, dalam rangka pemenuhan sebagian uang muka peroleh rumah atau sebagian dana untuk pembangunan rumah swadaya melalui kredit atau pembiayaan bank pelaksana.

"Saat ini, pemerintah daerah termasuk DKI Jakarta juga telah memiliki program penyediaan perumahan untuk MBR. Pemerintah DKI Jakarta saat ini telah melaksanakan antara lain program pembangunan kampung susun dan program pembangunan rusunawa di beberapa lokasi di DKI Jakarta di Rawa Bebek dan Pulo Gebang," jelasnya.

"Pemerintah pusat juga mendorong pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan dalam penyediaan perumahan bagi masyarakat, antara lain melalui bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang perumahan, sehingga alokasi anggaran pemerintah daerah untuk pembangunan perumahan lebih besar," tutupnya.

(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed