Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 25 Mei 2018 15:17 WIB

BI Siapkan Aturan Permudah Kredit Perumahan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia (BI) akan melakukan relaksasi atau pelonggaran untuk kredit perumahan. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bank sentral akan melakukan relaksasi di bidang makroprudensial untuk pertumbuhan.

BI tengah megkaji rasio loan to value (LTV) untuk uang muka kredit properti. Rasio LTV disebut-sebut masih bisa diturunkan.

"Kami sedang mengkaji rasio loan to value (LTV), sebelumnya penurunan uang muka sudah cukup rendah, tapi kami lihat masih ada lagi yang perlu diturunkan," kata Perry di Gedung BI, Jakarta Pusat, Jumat (25/5/2018).


Perry menjelaskan selain aturan tersebut, BI juga akan mengkaji relaksasi terkait jangka waktu pembayaran. Jadi nantinya pembayaran kredit pemilikan rumah (KPR) akan disesuaikan dengan termin perkembangan pembangunan perumahan.

Selain itu BI juga sedang mengkaji ketentuan rumah inden. Jadi nanti jika rumahnya belum selesai dibangun calon pembeli tidak boleh membayar, kemudian ada juga ketentuan dengan tingkat pendapatan.

"Ini sedang kami kaji, harapan kami saat rapat dewan gubernur (RDG) Juni sudah bisa didiskusikan ini termasuk langkah immediate soon setelah kebijakan suku bunga dan intervensi," ujarnya.


Sebelumnya BI pernah mengetatkan LTV properti pada tahun 2012 menjadi 70%. Kemudian, LTV dilonggarkan pada tahun 2015 dan 2016.

Saat ini LTV tercatat 85%, jadi uang muka yang dibebankan kepada peminjam adalah 15%. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
CNN ID
×
Layar Pemilu Terpercaya
Layar Pemilu Terpercaya Selengkapnya