Follow detikFinance
Sabtu, 07 Jul 2018 17:38 WIB

Ini Wilayah Jakarta yang Kenaikan NJOP-nya Paling Rendah

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Nadia Permatasari/Infografis Foto: Nadia Permatasari/Infografis
Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menaikkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Bumi dan Bangunan pedesaan dan perkotaan tahun 2018. Kebijakan ini ramai dibahas oleh masyarakat.

Pasalnya, dengan adanya kenaikan NJOP maka harga rumah di Jakarta juga akan mengalami kenaikan. Dengan demikian, maka masyarakat akan semakin sulit untuk bisa memiliki rumah idaman di ibu kota.

Keputusan dalam menaikkan NJOP itu sendiri tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 24 Tahun 2018 yang diundangkan pada 4 April 2018.


Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan nilai jual objek pajak (NJOP) Bumi dan Bangunan 2018 di Jakarta rata-rata naik 19,54 %. Sandiaga menyebut kawasan yang NJOP-nya naik sebagian besar mengalami perubahan fisik.

Lantas, daerah mana yang paling rendah NJOP-nya? detikFinance merincinya berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 24 Tahun 2018.


Kebayoran Lama, Jakarta Selatan:
Jl H Saiman Rp 3.745.000

Tebet, Jakarta Selatan:
Manggarai Utara II Rp 2.508.000

Pasar Rebo, Jakarta Timur:
Jl Lapan V Rp 2.013.000

Cakung, Jakarta Timur
Jl DR KRT Radjiman WD Rp 2.508.000

Tanah Abang, Jakarta Pusat
JL Gatot Subroto Rp 2.508.000

Gambir, Jakarta Pusat
JL Duri Barat GG O Rp 4.723.000

Kebon Jeruk, Jakarta Barat
JL Pahlawan Rp 2.508.000

Taman Sari, Jakarta Barat
Pinangsia III Rp 5.763.000

Penjaringan, Jakarta Utara
GG B 1 Rp 916.000

Cilincing, Jakarta Utara
Kalibaru Barat V Rp 1.862.000

Kepulauan Seribu
Pulau Sebira Rp 335.000 (fdl/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed