Follow detikFinance
Minggu, 08 Jul 2018 13:00 WIB

Pengusaha Keberatan NJOP Naik, Sandi: Nanti Juga Menikmati

Muhammad Fida Ul Haq - detikFinance
Foto: Sandiaga Uno (Indra Komara/detikcom) Foto: Sandiaga Uno (Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Bumi dan Bangunan 2018 tidak akan terlalu memberatkan pengusaha. Sandiaga meyakini pengusaha properti tetap bisa menikmati keuntungan.

"Apa yang nggak keberatan kalau naik pengusaha itu. Terus diem-diem dinaikin lagi harganya, biasa lah. Bagi pengusaha kalau harga naik kan dia yang nikmatin juga. Sebagian awalnya nggak senang abis itu menikmati," kata Sandiaga di Senayan, Jakarta, Minggu (8/7/2018).

Sandiaga beralasan NJOP naik karena mengikuti harga pasar. Di kawasan Sudirman misalnya, adanya MRT dapat mendongkrak harga properti di lokasi itu.


"Jadi nilai properti itu berbanding lurus dengan harga pasar di lapangan. Itu sekalian menjawab, NJOP disesuaikan dengan nilai pasar. Karena MRT ada yakin 100% naik properti di sepanjang koridornya akan naik. Itu salah satu alasannya," jelas Sandiaga.

Mengenai dampaknya kepada harga hunian yang mahal bagi warga, Sandiaga berjanji akan mencari solusinya. Menurutnya, untuk segmen tertentu seperti Rumah DP Rp 0 tidak akan ada kenaikan NJOP.

"Jadi untuk masyarakat yang mau beli rumah, apalagi rumah pertama. Untuk segmen tertentu, seperti DP Rp 0 itu tidak akan berubah. Juga yang menengah ke bawah dampaknya kita minimalisi," paparnya.


Diketahui, keputusan naiknya NJOP tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 24 Tahun 2018 yang diundangkan pada 4 April 2018. Dalam aturan tersebut, NJOP Bumi untuk daerah Palmerah Utara tercatat Rp 41,8 juta per meter persegi. Sedangkan di wilayah Gatot Subroto NJOP Bumi tercatat Rp 47,9 juta per meter persegi. (fdu/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed