Kebijakan tersebut diambil usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan rapat terbatas (ratas) mengenai strategi dan kebijakan menghadapi ketidakpastian global di Istana Bogor, Senin (9/7/2018).
"Memasukkan FLPP untuk kawasan wisata berupa homestay," kata Basuki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Basuki menjelaskan, pemberian FLPP bagi pengembangan homestay juga akan ditempuh dengan merevisi aturan yang ada saat ini.
"Ini kan FLPP untuk perumahan, homestay ini untuk pariwisata, ini dibuka FLPP nya. Ini kan bukan untuk pengusaha besar, kalau ada rumah yang mau dipakai untuk homestay bisa pakai FLPP, tapi harus ubah dulu PP nya," jelas dia.
Tidak hanya itu, sektor PUPR juga akan meningkatkan porsi bahan baku dalam negeri (TKDN) dari segala macam kegiatan. Tujuannya untuk memperkecil impor.
"Misalnya crumb rubber bisa dipakai untuk campuran aspal. Itu saja, makanya nanti surati menteri segera. TKDN sekarang ini di PU sudah hampir 80 persenan lebih TKDN," tutup dia.
Baca juga: Jokowi Tidak Ajukan APBN Perubahan 2018 |











































