Follow detikFinance
Rabu, 11 Jul 2018 11:53 WIB

Pemilik Lahan di SCBD Ini Pede Laba Bersih 2018 Naik 400%

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto Foto: Danang Sugianto
Jakarta - PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL) yakin bisa mengantongi pendapatan tahun ini sebesar Rp 1,6 triliun. Sementara untuk laba bersih, perusahaan yang bergerak di bidang properti ini menargetkan sebesar Rp 400 miliar.

Dierektur Pollux Properti Indonesia Donisius Adi mengatakan, target yang dicanangkan tersebut naik 400% jika dibandingkan dengan perolehan pendapatan di 2017 sebesar Rp 441 miliar dan laba bersih Rp 100 miliar.

"Itu tumbuh sekitar 400% dari 2017. Sebagian besar disumbangkan booking sales tahun sebelumnya yang akan kita akui di 2018. Ditambah juga juga new booking," terangnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Doni menjelaskan, total pendapatan yang akan diakui dari tahun-tahun sebelumnya diperkirakan mencapai Rp 900 miliar. Sehingga porsi pendapatan dari penjualan baru tahun ini hanya 40%.

Untuk tahun ini perseroan menyiapkan belanja modal sekitar hingga Rp 1,2 triliun. Dana tersebut untuk mengembangkan proyek-proyek yang sudah berjalan.

Pollux saat ini tengah mengembangkan beberapa proyek. Di antaranya di daerah central business district (CBD) Jakarta yakni World Capital Tower, Pollux Sky Suites dan gedung International Commerce Centre di Mega Kuningan.

Lerseroan saat ini punya landbank di wilayah CBD Jakarta dengan total 2,5 hektare. Lahan tersebut terbagi di wilayah Mega Kuningan dan SCBD lot 15.

Selain itu Pollux juga tengah mengembangkan proyek-proyek di luar Jakarta, seperti superblok Chadstone di Cikarang, superblok Meisterstadt di Batam, superblok Gangnam District di Bekasi, CBD Pollux Technopolis di Karawang dan kondotel Amarsvati di Lombok.

"Jadi total kita punya lahan sekitar 60 hektar. Untuk tahun ini kita konservatif, fokus kembangkan lahan yang sudah ada," tuturnya.

Pollux juga baru saja mendapatkan dana segar dari hasil IPO sebesar Rp 767,4 miliar. Sekitar 99% dana itu akan digunakan untuk mengambil alih obligasi konversi PT Royal Royce Properties yang bisa dijadikan kepemilikan saham. Perusahaan itu mengoperasikan beberapa mall, hotel dan apartemen di Semarang. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed