Tahun ini, ACP berencana membangun tujuh proyek hunian yang berbasis TOD. Sehingga memudahkan mobilitas masyarakat dari stasiun hingga tempat tinggal.
Menurut Komisaris Utama ACP, Pundjung Setya Brata, hunian tersebut dijual mulai dari Rp 260 juta hingga Rp 560 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1.Dijual Mulai Rp 260 Juta Hingga Rp 560 Juta
|
Foto: Agung Pambudhy
|
Manager Marketing ACP, Djoko Santoso mengatakan, pihaknya menjual hunian paling murah dari harga Rp 260 juta dan paling mahal Rp 560 juta.
"Harga hunian paling murah Rp 260 juta sampai Rp 560 juta," katanya di Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7/2018).
Lebih lanjut, ia memaparkan hunian yang paling murah dijual di Oase Park, Ciputat, sedangkan hunian yang paling mahal dijual di LRT City Bekasi Timur-Eastern Green dan LRT City Jaticempaka-Gateway Park.
"Kemarin itu Rp 240 juta di Oase park dan baru naik Rp 260 juta. Paling mahal itu di Gateway Park dan Eastern Green Rp 560," paparnya.
Sementara itu, Direktur Utama Amrozi Hamidi mengungkapkan pihaknya juga menyediakan hunian subsidi, yakni di Cisauk Point.
"Tidak semua kawasan ada subsidi. Tapi di Cisauk ada itu satu tower, 20%," tutupnya.
Sementara itu, pihaknya akan membangun tujuh proyek dengan rincian Eastern Green dengan investasi sebesar Rp 2,3 triliun, Urban Signature Rp 2,5 triliun, Gateway Park Rp 1,9 triliun, Royal Sentul Park Rp 6,7 triliun, Oase Park Rp 1,7 triliun, Cisauk Point Rp 780 miliar, dan MTH 27 Rp 361 miliar.
2. Ini Lokasi Rumah Nempel LRT
|
Foto: Agung Pambudhy
|
"Untuk lima tahun ke depan total capex (capital expenditure) Rp 12 triliun," kata Pundjung di Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7/2018).
Sementara itu, tujuh proyek yang akan dikembangkan, yaitu Eastern Green, Urban Signature, Gateway Park, Royal Sentul Park, Oase Park, Cisauk Point, MTH 27.
ACP telah menyiapkan capex sebesar Rp 900 miliar untuk akuisisi lahan di sekitar stasiun proyek light rapid transit (LRT).
Pundjung mengatakan saat ini pihaknya telah memiliki lahan seluas 37 hektar. Ke depan, pihaknya akan menargetkan penambahan lahan hingga 200 hektar.
Ia memaparkan, dana tersebut diperoleh dari kas internal Adhi Karya. Sedangkan modal yang dimiliki saat ini sebanyak Rp 1,1 triliun.
"Kita masih punya saldo kas Rp 900 miliar, itu untuk akuisisi tanah. Kalau biaya pengembangan average ke perbankan dan lain-lain," ungkapnya.
3. Target Penjualan Rumah Tahun Ini Rp 1 T
|
Foto: Agung Pambudhy
|
Direktur Utama ACP, Amrozi Hamidi penjualan hunian TOD yang diperoleh hingga Juni telah mencapai Rp 153 miliar.
"Target Rp 1 triliun saat ini dan di akhir Juni kemarin telah Rp 150 miliar," katanya di Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7/2018).
Ia memaparkan, pihaknya optimis target tersebut dapat diperoleh hingga akhir tahun. Sebab pendapatan tersebut baru berasal dari tiga proyek dan belum ditambah empat proyek lainnya.
"Kita optimis hingga akhir tahun itu Rp 1 triliun karena kan Rp 153 miliar baru tiga kawasan jadi, belum kalau tambah empat kawasan," sambungnya.
Selain itu, untuk menambah pendapatan tersebut pihaknya menggelar pameran properti LRT City Expo di Lotte Shopping Avenue. Dari acara tersebut pihaknya menargetkan penjualan hingga Rp 19 miliar.
"Selama pameran, kami menargetkan penjualan sebesar Rp 19 miliar," ungkap Manager Marketing ACP Djoko Santoso.
Halaman 2 dari 4











































