Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 14 Agu 2018 12:08 WIB

Target 2019: Angka Backlog Turun Jadi 5,4 Juta

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta - Pemerintah menargetkan kekurangan pasokan atau backlog perumahan di 2019 tinggal 5,4 juta. Pada 2015 sendiri angka backlog mencapai 7,6 juta.

"Kebutuhan atas rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok di luar sandang dan pangan. Namun faktanya, perumahan di Indonesia masih mengalami defisit pasokan sebesar 7,6 juta pada tahun 2015," kata Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Selasa (14/8/2018).

Lana menjelaskan, pemerintah terus berupaya mendorong tersedianya perumahan khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ditargetkan kekurangan pasokan rumah tinggal 5,4 juta pada 2019.

"Diharapkan angka backlog akan berkurang dari 7,6 juta menjadi 5,4 juta rumah pada tahun 2019," sebutnya.



Dalam mengatasi backlog perumahan, Lana menjelaskan pemerintah telah memberlakukan program satu juta rumah yang masuk dalam proyek strategis.

"Program satu juta rumah merupakan program yang mendukung nawacita dan telah dituangkan dalam Perpres Nomor 58/2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional," jelasnya.



Sayangnya, saat ditanya angka backlog hingga pertengahan 2018 ini, Lana tak bisa menyebutkan angkanya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com