Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 12 Sep 2018 11:05 WIB

Soal Wisma Atlet Dikomersilkan Tunggu Keputusan Setneg

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
FOKUS BERITA Wisma Atlet Disewakan
Jakarta - Usai pelaksanaan Asian Para Games 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menyerahkan aset Wisma Atlet Kemayoran kepada Sekretariat Negara (Setneg). Sebagai pemilik lahan Setneg akan menentukan peruntukan hunian vertikal tersebut.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan, dengan penyerahan itu penetapan peruntukan serta pengelolaan 10 tower rusun tingkat tinggi yang ada di kawasan Kemayoran akan ditetapkan oleh pihak Setneg.

"Kami akan segera melakukan serah terima rusun di Kawasan Kemayoran ini kepada pihak Setneg usai penyelenggaraan Asian Para Games 2018. Nanti pihak Setneg yang akan mengelola Rusun tersebut," tuturnya dalam keterangan tertulis, Rabu (12/9/2018).

Khalawi menegaskan bahwa kewenangan pemanfaatan kawasan hunian vertikal di Kemayoran itu ada di Setneg. Merekalah yang akan membahasnya setelah perhelatan Asian Para Games 2018.



Sebagai informasi, Kementerian PUPR saat ini sudah menyelesaikan pembangunan Wisma Atlet Asian Games sebanyak 10 tower Rusun Tingkat Tingggi di Kawasan Kemayoran, Jakarta.

Rusun yang dibangun terdiri dari tiga tower di Blok C-2 seluas 135.000 meter persegi dan tujuh tower di Blok D-10 seluas 333.700 meter persegi di kawasan Kemayoran.

Pembangunan 10 tower wisma atlet di kawasan Kemayoran tersebut dilaksanakan oleh Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat Rumah Susun Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR. Untuk Blok C-2 total unit hunianya 1.932 unit dan Blok D-10 memiliki 5.494 unit hunian.

Status Kawasan Kemayoran Blok C-2 dan Blok D-10 merupakan aset milik negara atas nama Menteri Sekretariat Negara. Rusun yang dibangun ini merupakan tipe 36 dengan fasilitas dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi dan tempat cuci jemur.

Setiap unit Rusun sudah dilengkapi dengan meubelair seperti tempat tidur, lemari pakaian, kursi dan meja tamu, pendingin ruangan dan penghangat air di setiap kamar mandi. Diperkirakan dalam satu unit rusun akan dihuni 3 orang, sehingga wisma atlet ini diperkirakan dapat menampung sebanyak 22.278 orang atlet.

Pelaksanaan renovasi aksesibilitas Asian Para Games telah dilaksanakan selama 6 bulan pada lima tower Rusun yang berada di Kawasan Blok D-10 yakni tower 3,4,5,6 dan,7. Total unit yang direnovasi adalah 200 unit setiap tower sehingga ada 1.000 unit kamar yang disiapkan.

Selain itu, ada juga penambahan 6 unit lift difabel / per tower yang disiapkan Kementerian PUPR untuk memberikan kenyamanan bagi para penyandang disabilitas. Jumlah Atlet yang akan berlaga pada ajang Asian Paragames diperkirakan sekitar 3.000 atlet dengan jumlah atlet dengan kursi roda sekitar 1.000 orang.

Sehubungan dengan pekerjaan renovasi terutama pada tower 3 dan 4 kapasitas yang semula untuk 3 tempat tidur berubah menjadi 2 tempat tidur (200 unit di tower 3 dan 200 unit di tower 4).

Pembangunan hunian vertikal di kawasan ibukota tersebut berdasarkan Inpres Nomor 2 Tahun 2016 tentang Dukungan Penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018 dan Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional. Pembangunan wisma atlet di Kemayoran sudah dimulai sejak tanggal 17 Maret 2016 lalu.

(das/eds)
FOKUS BERITA Wisma Atlet Disewakan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com