Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 22 Nov 2018 18:10 WIB

Jepang Bagi-bagi Rumah Gratis

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: (Afif Farhan/detikTravel) Foto: (Afif Farhan/detikTravel)
Jakarta - Banyaknya penduduk berusia tua di Jepang menyebabkan masalah baru. Misalnya banyak rumah di perkotaan dan pedesaan yang kosong karena ditinggal pemiliknya.

Kepala ekonom IHS Markit Asia Pasifik Rajiv Biswas menjelaskan hal ini terjadi karena Jepang sedang menghadapi masalah akibat demografi yang tidak baik.

"Dampaknya terasa ke ekonomi sosial, seperti banyaknya orang tua dan ini akan terjadi hingga tiga dekade berikutnya," kata Rajiv dikutip dari CNBC, Kamis (22/11/2018).

Hal tersebut menyebabkan banyak properti seperti tempat tinggal yang terbengkalai. Kondisi ini menjadi perhatian di Jepang, ada sebuah situs bernama 'Bank Akiya' yang memajang rumah murah bahkan gratis.

Akiya adalah pengertian lain untuk rumah kosong. Jadi, pembeli bisa dengan mudah mendapatkan rumah gratis. Hanya dengan membayar pajak dan biaya administrasi untuk komisi agen.

"Rumah ini biasanya ditinggalkan oleh pemiliknya karena mereka malas mengurus. Atau mereka tidak mau lagi bayar lagi pajak untuk rumah yang mereka tidak tempati," tulis sebuah laporan dari real estate REthink Tokyo.


Yang namanya rumah gratis, pasti dibutuhkan upaya ekstra untuk menempatinya. Misalnya, pemilik baru harus melakukan renovasi karena rumah gratisnya sudah tua atau ada beberapa kerusakan.

Namun pemerintah daerah di kawasan Tochigi dan Nagano menawarkan subsidi untuk merenovasi rumah kosong tersebut.

Selain rumah gratis, ada juga rumah dengan harga yang dinilai terjangkau untuk masyarakat Jepang. Harga yang ditawarkan mulai dari 500.000 Yen hingga 20 juta Yen. Sama seperti di Indonesia rumah tergantung lokasi, kondisi hingga usia bangunan.

Berdasarkan data departemen dalam negeri dan komunikasi Jepang pada 2013 jumlah rumah kosong mencapai 8,19 unit atau sekitar 13,52% dari jumlah perumahan yang ada di negara tersebut.

Biasanya rumah kosong ini terkonsentrasi di perkotaan hingga merambat ke pinggiran kota. Fujitsu Research Institute menyebut pada 2033 jumlah rumah kosong di Jepang akan mencapai 20% dari total rumah yang ada di sana.

Saat ini di Tokyo rumah kosong sudah mencapai 11,1%. "Di Jepang hampir tidak mungkin mengurangi rumah kosong ini. Ke depan akan menjadi masalah yang lebih parah," tulis laporan tersebut.

(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed