KPR Subsidi buat Milenial, Pengamat: Harusnya dari Kemarin-kemarin

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 11 Des 2018 19:31 WIB
Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta -

Pemerintah tengah menggodok program kredit perumahan rakyat (KPR) bersubsidi khusus bagi generasi milenial. Program ini diharapkan mampu mempermudah para generasi muda mendapatkan rumah pertamanya sehingga lonjakan backlog rumah bisa ditekan.

Country Manager Rumah123, Ignatius Untung mengatakan pemerintah sebetulnya terlambat dalam merespons kebutuhan properti kaum milenial. Menurutnya, wacana generasi milenial kesulitan mendapatkan properti sudah ada sejak tahun 2016.

"Padahal isunya dari tahun 2016 sudah keluar, masa pemerintah, kementerian kalah cepat sama bank-bank? Mandiri, BTN, BNI, sudah ada kredit untuk milenial, baru akhirnya kementerian ngeluarin," kata Untung saat dihubungi detikFinance, Selasa sore (11/12/2018).

Rumah123 sendiri menurutnya telah meluncurkan data-data yang memperlihatkan bahwa di Jakarta saja ada 2,8 juta kesulitan mencari rumah. Bahkan, menurutnya pemerintah terlambat untuk memperhatikan kebutuhan properti milenial ini.

Meskipun begitu, Untung tetap mengapresiasi langkah pemerintah memperhatikan kebutuhan properti bagi milenial. Menurutnya, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

"Kalau ngomongin program garis besar, ya bagus (saya) mendukung. Harusnya dari kemarin-kemarin sih, tapi ya sudah lah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali," ungkap Untung.

Meskipun mendukung, Untung tetap mengingatkan untuk terus mengawal program KPR milenial yang sedang digodok pemerintah ini.

"Yang perlu dijagain sama-sama ya sekarang detilnya sih seperti apa," katanya.

Seperti diketahui, pemerintah merencanakan program KPR khusus generasi milenial. Di dalamnya diatur keleluasaan milenial dalam mengambil kredit perumahan, di mana milenial diberikan keuntungan mulai dari DP yang murah, hingga tidak adanya batasan gaji.

(eds/eds)