Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 25 Jan 2019 15:57 WIB

Swasta Mau Ikut Bangun TOD? ke Sini Ajukannya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Khalawi Abdul Hamid menegaskan bahwa pemerintah tidak melakukan monopoli pada proyek Transit Oriented Development (TOD).

Hal itu menepis keluhan dari para pengembang mengenai proyek 'hunian nempel stasiun' ini. Sebelumnya, pengembang menilai proyek tersebut dikuasai BUMN.

Bahkan Khalawi mengatakan, pemerintah akan membuka pintu lebar-lebar bagi pihak pengembang swasta yang mau ikut serta proyek TOD. Pengembang hanya perlu mengajukan minatnya ke pemerintah.

"Siapa yang berminat (menggarap proyek TOD) silakan saja nanti bisa ajukan ke Kementerian Penghubungan dan Kementerian PUPR. Kalau minat ya ajukan, nanti kita bahas ke pemerintah gitu lho," jelas Khalawi kepada detikFinance, Jumat (25/1/2019).




Menurutnya, BUMN hanya menjadi pemicu dan memulai berjalannya proyek hunian jenis baru ini. Khalawi mengatakan masih banyak peluang lokasi yang bisa digunakan oleh para pengembang.

"Ini juga kan jenis baru masih terus dikembangkan gitu lho, BUMN cuma memicu dan memulai aja. Masih banyak masih 54 titik kan itu, kalo minat ya ajukan aja," kata Khalawi.




Khalawi pun mengajak para pengembang untuk ikut serta dalam proyek TOD. Pengembang cukup ajukan minatnya ke pemerintah.

"Mungkin kalau punya lahan punya lokasi strategis deket stasiun atau punya lahan di titik yang ditentukan pemerintah ya ajukan saja minatnya. Gak pernah kita lahan juga dikuasai, tinggal cepet-cepet aja pengembang kan," ungkap Khalawi. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed