Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 16 Apr 2019 14:39 WIB

Jokowi Target Halal District Rampung 2021

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Setelah rapung pembangunan Halal Park di Gelora Bung Karno (GBK), kawasan ini bakal diperluas menjadi Halal District yang berdiri di atas lahan seluas 21.000 m persegi.

Halal District akan memiliki fasilitas yang lebih lengkap yakni exhibition hall dan kawasan wisata kuliner atau busana muslim dengan dua bangunan utama yang memiliki 3 lantai dan 4 lantai.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan target perampungan pembangunan Halal District tahun 2021 atau dua tahun lagi paska peresmian.

"Du tahun, ini bukan pekerjaan balikkan tangan, jadi ini pekerjaan yang sudah dibicarakan 1,5 tahun ini tapi ini sudah muncul tapi insya Allah 2-2,5 tahun ini selesai," kata Jokowi usai meresmikan pembangunan Halal Park di Komplek GBK, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/2019).


Jokowi mengatakan, Indonesia berada di peringkat pertama untuk wisata halal menurut Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index 2019. Bahkan, menurut Global Islamic Economi Report, Indonesia berada di posisi kedua untuk sektor model fesyen.

Menurut Jokowi nilai pasar fesyen muslim dunia, sampai an 2020 diperkirakan mencapai US$ 327 miliar.

"Angka-angka ini adalah angka-angka yang sangat besar. Oleh sebab itu kesempatan kita untuk menggunakan peluang yang ada, untuk memasarkan produk-produk halal kita," ujar Jokowi.

Moslem District Destination, Halal Park di komplek GBK, Jakarta Selatan. Kata Jokowi, akan dibangun di atas lahan seluas 21.000 meter dengan investasi Rp 250 miliar. Di mana, Kementerian BUMN ditunjuk sebagai koordinator pelaksana pembangunan Halal Park. Di mana, PT Wijaya Karya (Persero) akan menjadi kontraktornya.

"Ini bukan barang baru, ini sudah kita bicarakan satu dua tiga kali pertemuan di Istana, ini adalah sebuah realisasi. Dan ini kita memadukan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah, oleh BUMN, dan seluruh pelaku bisnis industri halal dan juga dengan para UMKM kita," ujar Jokowi.

"Kita padukan semua kekuatan untuk mengangkat industri halal kita ke tingkat regional maupun dunia," tambahnya.


Proses pembangunan diawali melalui pembukaan Miniatur Halal Park yang berlokasi di JI. Pintu Satu Senayan, Area Gelora Bung Karno (samping Basketball Hall). Miniatur Halal Park merupakan Iangkah awaI sebelum Halal Park yang sebenarnya akan dibuka dua tahun yang akan datang.

Saat ini, Miniatur Halal Park menyediakan beragam tenant fesyen serta makanan dan minuman yang dapat dinikmati oleh para pengunjung. Sebagai koordinator pelaksana Halal Park, Kementerian BUMN berkontribusi menyediakan produk-produk Rumah Kreatif BUMN (RKB) dari beberapa perusahaan BUMN yang terdiri dari produk fesyen dan makanan minuman.

Menurut Jokowi, Halal Park akan menjadi ekosistem para pelaku bisnis yang bergerak pada industri gaya hidup haIaI dari hulu ke hilir yang tidak hanya sebatas pada bidang bisnis fesyen dan makanan dan minuman, tetapi juga bidang lain seperti pariwisata, pendidikan, dan keuangan.

"Kita angkat industri halal Indonesia sebagai motor pertumbuhan ekonomi, dan kita angkat industri halal Indonesia sebagai ladang kreativitas, produktivitas, generasi muda kita dan kita angkat industri halal Indonesia sebagai sumber kesejahteraan umat," ungkap dia.

Dipilihnya GBK sebagai lokasi Halal District karena kawasan ini sudah memiliki fasilitas yang lengkap baik dari sisi transportasi dan fasilitas penunjang lainnya. Sehingga bisa mendukung misi penciptaan gaya hidup halal sebagai salah satu nilai jual wisata halal di Indonesia.

"Halal District sudah kita tetapkan lokasinya di GBK karena sangat strategis dan secara akomodasi sudah lengkap. Di sini juga banyak mal. Jadi kalau kita mau adakan design week seperti di Milan, atau di kota-kita fashion dunia itu bisa sangat mudah diimplementasikan," jelas CEO Hijup Diajeng Lestari ditemui di lokasi yang sama. (hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed