Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 28 Apr 2019 17:34 WIB

Alasan Pengembang Rama-Ramai Rubung Lahan Dekat Stasiun LRT

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Dengan laju pembangunan transportasi yang makin beragam, pengembang properti pun mulai membidik beberapa lahan di sekitarnya untuk membuat kawasan yang berorientasi transportasi (TOD). Mengembangkan TOD bagaikan menjadi tren saat ini, baik MRT, LRT, maupun KRL pun sudah ada kawasan TOD-nya.

Lalu apa yang membuat pengembangan kawasan ini menjadi tren?

Pengamat properti Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan bahwa memang kebutuhan sebuah kota saat kepadatan lalu lintas terjadi adalah kawasan TOD. Ali menyebutkan hampir semua kota besar di dunia pun melakukan pengembangan kawasan ini.

"Ya wajar jadi tren kalau lihat kebutuhannya. Sebetulnya dalam satu kota, hampir semua kota di dunia, TOD itu dibutuhkan saat kemacetan dimana-mana, dan TOD itu faktor yang bisa mengurai kemacetan," ungkap Ali, waktu dihubungi detikFinance, Minggu (28/4/2019).


Ali mengatakan bahwa transformasi transportasi sebuah kota besar memang mengembangkan kawasan TOD. Menurutnya, dengan TOD kemacetan karena pengurangan kendaraan bisa terjadi.

"Memang transformasi alaminya satu kota seperti itu. Seperti kebutuhan satu kota untuk kurangi kendaraan pribadi dan arahin ke mass transportation dan semua larinya ya ke TOD," ungkap Ali.


Pasalnya, menurut Ali yang dinamakan TOD adalah kawasan yang mengumpulkan semua kebutuhan masyarakat untuk hidup. Mulai dari transportasinya, tempat berkerjanya, tidak lupa tempat tinggalnya dalam satu area yang tidak berjauhan.

"TOD itu harus ada semua, karena memang konsepnya seperti itu. Harus di satu kawasan ada transportasinya, huniannya, kawasan kantor, sampe ritel, jadi dia working, living, playing di situ," ungkap Ali. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com