Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 04 Mei 2019 15:00 WIB

Jokowi Ingin Ibu Kota Pindah, Sandiaga: Bukan Hal Mudah Diputuskan

Farih Maulana Sidik - detikFinance
Cawapres 02 Sandiaga Uno/Foto: Lamhot Aritonang Cawapres 02 Sandiaga Uno/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana memindahkan ibu kota ke Luar Jawa. Rencana ini disampaikan setelah mendengar paparan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro tentang ibu kota baru, pekan lalu di Istana Presiden.

Banyak pihak yang angkat bicara menanggapi rencana Jokowi tersebut. Salah satunya cawapres nomor 02 Sandiaga Uno.

Pria yang beken disapa Sandi ini mengatakan tak mudah melakukan pindah ibu kota, dan harus menanyakan dulu kepada masyarakat sebelum ambil keputusan.


"It's not the time. You have to ask the people dan ini bukan suatu hal yang menurut saya mudah diputuskan," tutur Sandi di kediamannya, Jalan Pulombangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (4/5/2019).

Menurut Sandi masyarakat berhak ikut ambil bagian dalam menentukan perlu atau tidaknya ibu kota pindah. Termasuk pertimbangan ibu kota perlu dipindahkan serta berapa biaya yang dibutuhkan.

Bahkan, dia menyerukan keterlibatan masyarakat itu dikemas dalam bentuk referendum.

"Menurut saya ada waktu yang tepat untuk berbicara tersebut dan disampaikan kepada masyarakat lengkap dengan pertimbangannya, costnya dan lain sebagainya. Disampaikan sebagai referendum karena seluruh rakyat Indonesia memiliki hak untuk menentukan ibu kotanya di mana, itu etikanya seperti itu," tutur Sandi.


Dia menambahkan, tidak mau terlalu banyak komentar soal pemindahan ibu kota karena yang terpenting sekarang mengawal hasil pemilu.

"Buat saya, saya nggak layak berkomentar karena saya ingin kita fokus bicara tentang agenda kita untuk proses pemilu ini jujur dan adil," kata Sandi (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com