Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 04 Mei 2019 16:30 WIB

Biaya Pindah Ibu Kota Dinilai Lebih Murah Dibanding 'Obati' Jakarta

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Kemacetan di Jakarta, termasuk Bogor, Tangerang, dan Bekasi menimbulkan kerugian ekonomi hingga ratusan triliunan rupiah setiap tahunnya. Hal ini menjadi salah satu 'penyakit' Jakarta yang menjadi salah satu faktor pertimbangan perpindahan ibu kota.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika mengatakan perpindahan ibu kota menjadi solusi yang lebih tepat lantaran penyakit Jakarta tersebut kerap sulit diobati. Perpindahan ibu kota dinilai lebih menguntungkan jika dibandingkan harus terus menerus menelan rugi akibat kemacetan Jakarta tadi.

"Pemborosan-pemborosan itu sudah bukan masa nya lagi bagi kita untuk mengkompromikan. Akan lebih murah lagi anggaran tadi dipakai salah satunya untuk pemindahan ibu kota saja dan program-program yang lain," katanya dalam diskusi Perspektif Indonesia di Gado-gado Boplo, Jakarta, Sabtu (4/5/2019).



Biaya perpindahan ibu kota sendiri diproyeksikan sebesar Rp 400-500 triliun. Anggaran tersebut kata dia akan seminimal mungkin membebani keuangan negara karena akan melibatkan skema pembiayaan kerja sama dengan badan usaha atau swasta.

"Arahan dari Presiden akan sedikit sekali pakal APBN. Karena, APBN nantinya akan diambil dari anggaran multi year," katanya.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com