Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 13 Mei 2019 17:35 WIB

Rumah Tapak Masih Jadi Pilihan Orang RI Dibanding Apartemen

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Ilustrasi Rumah Tapak/Foto: Agung Pambudhy Ilustrasi Rumah Tapak/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Para pencari hunian nampaknya masih menjadikan landed house atau rumah tapak sebagai pilihan favorit di 2019 ini. Rumah tapak masih lebih diminati dibanding hunian vertikal seperti apartemen.

Head of Real Estate Category OLX Indonesia Ignasius Ryan Hasim mengungkapkan, hal itu terlihat dari jumlah iklan properti yang dipasang lewat platform OLX. Di OLX, kata dia, sekitar 60% di antaranya diisi oleh iklan hunian rumah tapak.

"Landed house masih paling dominan di sektor properti. Iklan kita 60% masih diisi oleh rumah tapak baik itu baru maupun bekas," kata Ignasius di kantor OLX Indonesia, Jakarta, Senin (13/5/2019).


Igna memaparkan, saat ini rata-rata jumlah iklan baru per bulan sebanyak 335.000 yang dipasang oleh 92.000 penjual. Sementara rata-rata jumlah calon pembeli setiap bulan sudah menembus 610.000 orang dengan unit terjual sebanyak 72.000 per bulan.

Walaupun pertumbuhan hunian vertikal terus berkembang di 2019, namun masyarakat Indonesia ternyata lebih memilih untuk tinggal di rumah tapak.

Dari hasil survey internal OLX, kata Igna, akumulasi biaya kredit rumah daripada sewa apartemen memiliki besaran yang tak jauh berbeda.

"Mungkin masyarakat berpikir lebih baik mencicil rumah daripada sewa apartemen karena biaya tidak jauh beda. Jadi, mungkin kita bisa lihat bahwa rumah tapak masih jadi primadona," katanya.


Sementara, mengutip laporan Bank Dunia pada 2016 lalu, total kebutuhan rumah di Indonesia per tahun rata-rata mencapai 920.000 unit. Tapi, rata-rata penyediaan rumah per tahun hanya 400.000 unit. Hal itu dinilai menunjukkan adanya kelangkaan rumah sehingga membuat kondisi permintaan rumah masih tetap tinggi.

"Ketika ada rumah tapak yang harganya masih kompetitif dibanding sewa apartemen, orang tentu condong untuk beli rumah tapak," tuturnya. (fdl/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com