Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 27 Jun 2019 15:58 WIB

Hasil Survei: Jarak ke Sekolah Belum Jadi Patokan Orang Beli Rumah

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Danang Sugianto Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Jarak rumah ke sekolah ternyata belum menjadi pertimbangan utama orang membeli rumah. Hal ini tentu bertentangan dengan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah-sekolah negeri yang belakangan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Mengutip hasil survei Property Affordability Sentiment Index H1 2019 rumah.com, Kamis (27/6/2019), ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan responden saat memilih rumah yang cocok. Di antara pertimbangan-pertimbangan tersebut, jarak ke fasilitas transportasi umum menjadi pertimbangan responden terbanyak, yakni sebesar 76%.

Kemudian disusul dengan jarak ke tempat kerja dan kedekatan ke sarana kesehatan, masing-masing sebesar 47% dan 43%. Pertimbangan lainnya adalah alasan keamanan dan lingkungan yang ramah anak.

Pertimbangan jarak dan lingkungan yang menjadi pertimbangan utama tersebut berkaitan dengan kelompok usia responden yang berencana membeli rumah dalam enam bulan ke depan, yakni usia 21-39 tahun. Usia ini merupakan usia produktif dan akan atau berkeluarga kecil, sehingga mobilitas dan lingkungan yang ramah anak-anak jadi pertimbangan utama.

"Selain itu mereka belum terlalu memikirkan pendidikan lanjutan bagi anak-anak mereka untuk jenjang SMP dan SMA sehingga kedekatan rumah dengan sarana pendidikan belum termasuk jadi pertimbangan utama," kata Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan.

Adapun kedekatan jarak antara rumah dengan sekolah sendiri belum menjadi pertimbangan utama karena sistem zonasi sekolah baru diterapkan setahun terakhir. Kebijakan sistem zonasi saat ini terutama diterapkan untuk sekolah negeri jenjang SMP dan SMA.


Tips Hadapi Sistem Zonasi PPDB

Sangat mungkin belum terbayang untuk mereka yang baru membeli rumah pertama kali di usia yang relatif masih muda untuk memikirkan tentang kedekatan rumah dengan sekolah yang diinginkan.

Untuk mengantisipasi masalah ini, calon pembeli bisa mencoba untuk mempelajari area rumah baru yang akan dibeli. Sangat dianjurkan untuk melakukan pengecekan mengenai rencana tata kota daerah yang bersangkutan.

Hal selanjutnya yang perlu dipertimbangkan adalah seseorang tidak harus tinggal di rumah yang sama seumur hidupnya. Mereka bisa mempertimbangkan untuk melakukan upgrade atau pindah rumah pada saat membutuhkannya.

Perumahan baru yang ada saat ini sendiri biasanya memang memiliki lokasi yang relatif jauh dari sekolah-sekolah negeri sehingga akan menyulitkan orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri pilihan mereka jika tak masuk ke area sistem zonasi sekolah tersebut.

Oleh karena itu, survei langsung ke lokasi properti idaman penting untuk dilakukan. Selain bisa mengetahui langsung kondisi lingkungan perumahannya, fasilitas dan potensi sekitar, konsumen juga bisa mengukur jarak tempuh dan mempelajari akses transportasi dan fasilitas umum yang ada.



Simak Video "Polisi Ringkus 3 Penipu Bermodus Jual-Beli Rumah Mewah di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com