Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 01 Agu 2019 15:29 WIB

Milenial Bikin Pengembang Galau

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemain di industri belakangan ini harus memutar otak lebih keras. Pangsa pasar yang begitu banyak namun penyerapannya belum maksimal.

Menurut Direktur Teknik dan Pengembangan Usaha PT Adhi Persada Properti (APP) Pulung Prahasto, belakangan ini para pelaku properti kebanyakan membangun hunian vertikal seperti apartemen lantaran membaca minat pasar. Namun ketika stok mulai banyak minat pasar berbalik arah.

"Trendnya gaya hidup sekarang memaksa orang mencari hunian dekat tempat kerja. Pasar itu ditangkap. Tapi itu ada posisi jenuhnya. Orang berpikir saya ingin punya rumah dulu deh, baru mikirin apartemen," ujarnya di JCC, Jakarta, Kamis (1/8/2019).


Menurut Pulung, ketika pemain properti besar ramai-ramai membangun apartmen pasar rumah tapak dikembangkan oleh pengembang kecil. Rata-rata muncul rumah tipe klaster di daerah pinggiran ibu kota.

Nah pasar kembali galau lantaran segmen milenial yang kembali berpikir ingin memiliki hunian tapak. Tentu hal tersebut tidak terlepas dari budaya ketimuran Indonesia yang memiliki pandangan bahwa harus memiliki rumah di atas tanah.

Ketika pengembang besar melihat peluang itu, mereka kesulitan untuk mendapatkan tanah di wilayah sekitaran Jabodetabek.

"Jadi pasarnya memang lagi galau ini. Sementara pengembang tersangkut pengadaan tanah. Karean seperto di Bogor, Cibinong sudah mulai habis," tambahnya.


Meski begitu, Pulung menilai tren minat rumah tapak akan berlangsung hanya sekitar 10-20 tahun ke depan. Setelah pasarnya jenuh kembali dia yakin hunian vertikal akan kembali diminati.

Simak Video "Rumah Bripka Rahmat Dipenuhi Karangan Bunga"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed