Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 12 Agu 2019 17:16 WIB

Gerak-gerik Spekulan Tanah di Calon Ibu Kota Baru RI Dikunci!

Hendra Kusuma - detikFinance
ilustrasi. Foto: Eduardo Simorangkir ilustrasi. Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Pemerintah telah mengunci pergerakan spekulan tanah yang berada di lokasi calon ibu kota baru. Saat ini, ada tiga provinsi yang bakal menjadi ibu kota negara baru, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimatan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengatakan, salah satu upaya mengunci pergerakan spekulan tanah ialah dengan mengatur harga jual.

"Sudah (diatur), tapi belum diputuskan," kata Sofyan di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Sofyan mengatakan, spekulan tanah juga tidak akan bisa menjalankan aksinya mengingat lahan yang digunakan untuk ibu kota yang baru merupakan milik negara.

"Tapi kali ini nggak akan bisa spekulasi karena sebagian tanah negara," jelas dia.


Mantan Menteri BUMN ini mencontohkan, harga tanah yang sudah diatur oleh pemerintah di sekitar wilayah ibu kota negara tidak akan tinggi.

"Terakhir itu ya mereka kan nggak bisa ngatur, tapi kalau di sekitar tanah negara apakah Rp 200 ribu per meter (contoh) itu yang kita atur," ungkap dia.

Sebelumnya Head of Real Estate Category OLX Indonesia Ignasius Ryan Hasim menjelaskan, rencana yang dihembuskan oleh pemerintah ini juga berdampak terhadap perilaku orang dalam mencari properti atau hunian.

Dia mengungkapkan, pencarian properti atau rumah di Palangka Raya mengalami peningkatan yang sangat signifikan lewat internet. Bahkan, peningkatannya mencapai lima kali lipat.

Ryan mengungkapkan, sebelum Jokowi mengadakan rapat terbatas (ratas) di Istana Presiden, angka pencarian properti di Palangka Raya sekitar 314 setiap harinya. Angka itu kemudian mengalami peningkatan hingga lima kali lipat sehari setelah ratas digelar.



Simak Video "Ricuh di Calon Ibu Kota Baru, Massa Bakar Fasilitas Pelabuhan"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com