Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 12 Agu 2019 21:00 WIB

Cegah Tanah Ibu Kota Baru 'Digoreng', Pemerintah Harus Apa?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Ilustrasi Pindah ibu Kota Tim Infografis: Mindra Purnomo Foto: Ilustrasi Pindah ibu Kota Tim Infografis: Mindra Purnomo
Jakarta - Penjualan tanah dekat calon Ibu Kota baru bermunculan di situs jual beli online. Dari iklan tersebut, lahan sangat dekat dengan Ibu Kota Baru dan aksesnya terbilang mudah.

Pengamat properti Ali Trangandha mengungkapkan pemerintah seharusnya sudah mempersiapkan stok lahan untuk kebutuhan di wilayah calon ibu kota baru.

"Sebetulnya, sebelum ada calon ibu kota baru itu, pemerintah dan BUMN sudah membeli tanah untuk stok landbank. Kalau tidak ya harganya akan mengikuti mekanisme pasar, bisa saja jadi terlalu tinggi harganya," kata Ali saat dihubungi detikFinance, Senin (12/8/2019).


Dia mengungkapkan, pembagian lahan sebagai fasilitas negara juga harus dipercepat sebelum harga tanah semakin naik. Selain itu, juga pemerintah harus mampu untuk menyediakan lahan untuk masyarakat kelas bawah dan memastikan agar harga tanah tidak terus bergerak.

"Jadi pemerintah juga harus membagi mana wilayah yang harganya tidak boleh bergerak. Jadi istilahnya di-freeze untuk masyarakat kelas bawah ya 10-20% sudah cukup lah itu harus dijamin," imbuh dia.

Ali mengatakan, sebaiknya masyarakat menunggu pengumuman resmi dari pemerintah untuk penjualan tersebut. Hal ini dilakukan demi menghindari spekulasi-spekulasi yang semakin banyak di wilayah Kalimantan yang disebut sebagai calon Ibu Kota baru.


Menurut Ali, di pergerakan harga tanah di Kalimantan memang sedang sangat baik. Bahkan sebelum ada isu perpindahan ibu kota ini. Misalnya di Balikpapan yang pertumbuhannya sangat baik karena hasil non migasnya yang mulai membaik.

"Kebetulan Balikpapan sempat anjlok tapi satu tahun terakhir sudah lumayan lagi. Aksi-aksi spekulasi ini memang sudah mulai ada di sana itu kan alamiah saja sebenarnya," jelas dia.

Simak Video "Wajah Ibu Kota Baru di Benak Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com