Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 29 Agu 2019 17:27 WIB

Ridwan Kamil Kaji 6 Bulan Pindahkan Ibu Kota dari Bandung

Mukhlis Dinillah - detikFinance
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/Foto: Agung Pambudhy Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/Foto: Agung Pambudhy
Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil segera mengkaji pemindahan ibu kota dari Bandung ke daerah lain. RK sapaannya memperkirakan kajian membutuhkan waktu enam bulan.

"Kajian dilaksanakan 6 bulan ke depan," kata RK kepada wartawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (29/8/2019).

Menurut RK perlu mempertimbangkan sejumlah aspek dalam menentukan pengganti Bandung. Mulai dari risiko bencana hingga infrastruktur.


"Semua kemungkinan butuh kajian, minim risiko, aksesibilitas, tingkat ekonomi, ketersediaan air dan lainnya," ungkap dia.

Dia menuturkan sejauh ini ada opsi daerah yang dipertimbangkan yaitu Tegalluar (Kabupaten Bandung) dan Walini (Kabupaten Bandung Barat) dan Rebana (Cirebon-Subang-Majalengka).

"Sudah ada persetujuan (DPRD) wacana (pemindahan) pusat pemerintahan untuk dikaji dulu di beberapa lokasi. Ada di Tegalluar, Walini, atau Rebana (Kertajati)," ungkap dia.

Tiga wilayah tersebut dalam beberapa tahun mendatang memang akan menjadi pusat pengembangan ekonomi baru. Ada sejumlah proyek pembangunan infrastruktur besar.


Sebut saja wilayah Tegalluar (Kabupaten Bandung) dan Walini (Kabupaten Bandung Barat) yang akan dilalui Kereta Cepat Bandung-Jakarta. Keberadaan Kereta Cepat akan berdampak terhadap ekonomi dan pembangunan di sekitarnya.

Selain itu, Rebana (Cirebon-Subang-Majalengka) juga diproyeksikan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Khususnya di Subang, akan dibangun Pelabuhan Patimban. Keberadaan pelabuhan ini akan berdampak terhadap ekonomi sekitar.

Simak Video "Secuil Kritik Ridwan Kamil untuk Periode Pertama Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(mud/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com