Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Sep 2019 07:19 WIB

Pembangunan Ibu Kota Baru di Kaltim Dibayangi Material Impor

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Halaman 1 dari 4
Jakarta - Penyediaan rantai pasok konstruksi yang efektif, efisien, dan dinamis menjadi tantangan pemerintah dalam menggenjot pembangunan infrastruktur. Tantangan ini semakin nyata seiring dengan terus meningkatnya anggaran pembangunan infrastruktur sejak lima tahun terakhir.

Salah-salah, pembangunan infrastruktur yang masif bisa tak terasa dampaknya bagi ekonomi di tanah air lantaran rantai pasok dan material konstruksi yang tidak efektif dan efisien. Material dan peralatan konstruksi impor pun membayangi dunia konstruksi Indonesia.

"Kita tidak berharap menjadi penonton di negeri sendiri," kata Dirjen Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin membuka workshop Pembinaan Rantai Pasok dan Material Konstruksi di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (3/9).

Kewaspadaan ditingkatkan lantaran pemerintah juga hendak membangun ibu kota negara yang baru di Kalimantan Timur per 2020 mendatang. Penyediaan rantai pasok konstruksi terkait material dan peralatan konstruksi perlu lebih diperhatikan dan ditingkatkan kesiapannya.

Berikut informasi selengkapnya: (eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com