Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Sep 2019 19:30 WIB

Ini Cara Pemerintah Biar Lahan di Ibu Kota Baru Tak Nganggur

Trio Hamdani - detikFinance
Halaman 1 dari 3
Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan DjalilFoto: Agung Pambudhy Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan DjalilFoto: Agung Pambudhy
Jakarta - Sebelumnya Jokowi menjelaskan hanya akan ada 40.000 hektare (Ha) lahan yang dipakai untuk pembangunan di ibu kota baru. Sedangkan 140.000 Ha sisanya akan tetap sebagai lahan hutan yang berdampingan dengan kota baru tersebut.

Dari 40.000 Ha yang dibangun fisiknya, pemerintah sendiri hanya akan menggunakan sekitar 10.000 Ha untuk membangun pusat pemerintahan. Sedangkan sisanya sekitar 30.000 Ha lagi akan dijual kepada masyarakat yang ingin membangun hunian di wilayah ibu kota baru tersebut.

"Jadi 180.000 ribu Ha itu nggak semua akan dibangun dalam bentuk fisik. Pembangunan fisik mungkin hanya 40.000 Ha saja," kata Jokowi saat bertemu dengan sejumlah pimpinan media nasional di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil mengatakan, jika selama 3-4 tahun setelah dibeli namun lahan tersebut belum dibangun apa-apa, wajib dijual kembali ke badan otoritas yang nantinya dibentuk pemerintah.

Berikut penjelasan lengkap Sofyan Djalil: (toy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com