Ekonomi Dihantui Perang Dagang, Pengembang Pantau Kebijakan Pemerintah

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 15 Sep 2019 17:01 WIB
Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi di berbagai negara diprediksi akan melambat pada kuartal IV 2019. Indonesia diperkirakan juga akan terkena dampaknya.

Pemerintah RI pun telah menyatakan bersikap wasdapa terhadap dampak resesi dan perlambatan ekonomi ke Indonesia. Hal itu semakin memperkuat kemungkinan adanya pengaruh buruk terhadap ekonomi Indonesia.

Saat ekonomi Indonesia terdampak, sektor properti boleh jadi menjadi sektor yang paling berdampak.


Menurut Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Soelaeman Soemawinata selain karena masalah ekonomi global, properti di Indonesia belum bertumbuh karena masalah psikologis.

Misalnya masalah global seperti perang dagang sudah berbulan-bulan belum menemui titik terang dan ini berdampak pada berbagai negara.

Pria yang akrab disapa Eman itu menambahkan, di dalam negeri pemerintah sering kali mengeluarkan peraturan yang gonjang-ganjing dan belum pasti, seperti pajak progresif, PPH final menjadi non final, dan masih banyak lagi. Padahal, secara angka saat ini suku bunga sudah sangat lebih baik dibandingkan tahun 1994.

"Isu-isu yang muncul dan membuat pengembanga mulai memikirkan apa strateginya. Kalau ada kebijakan apapun kan pengembang tidak bisa serta merta bergerak cepat," kata Eman dalam keterangannya, Minggu (15/9/2019).

Oleh karena itu, menurutnya, sektor properti dan sektor usaha lain juga butuh kebijakan yang menyejukkan dari pemerintah yang bisa mengubah psikologis pengusaha. Kebijakan tersebut juga diharapkan bisa tegas, apalagi backlog di Indonesia masih sangat tinggi dan permintaan rumah juga masih cukup tinggi.


Dia berharap para pengembang masih bisa bertahan ke depannya dan bisa merealisasikan proyeknya. Setidaknya untuk proyek-proyek besar seperti The Smith di Alam Sutera, dari pengembang PT PT Triniti Dinamik.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Presiden (Kongres Federasi Real Estat Dunia) FIABCI Walid Moussa saat menghadiri acara Asia Pacific Real Estate Congress (APREC) 2019 di Jakarta. Menurutnya ekonomi dunia dan perang dagang adalah yang paling mempengaruhi ekonomi berbagai negara di dunia.

"Indonesia terlihat stabil dan saya berharap akan menjadi negara kuat di sektor properti dan bisa bangun kembali. Apalagi di Indonesia termasuk yang sangat bagus dalam menyediakan rumah terjangkau bagi masyarakat," jelas Moussa.

Simak Video "Pompeo Sebut China Tirani Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)