Demikian disampaikan Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani dalam acara Rakornas Bidang Proper Kadin Indonesia di Hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta, Rabu (18/9/2019).
"Kalau mendengar pemain properti memang 2019 adalah tahun tidak mudah, berdampak produk turunannya kurang lebuh 170 industri lainnya," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut dia menuturkan, pemerintah baru saja memutuskan pemindahan ibu kota baru di Kalimantan Timur. Menurutnya, jika sudah diputuskan, maka sulit untuk dibatalkan.
Dia bilang, pemerintah memperkirakan pemindahan ibu kota memakan anggaran sekitar Rp 466 triliun. Dari situ, hanya sebagian kecil menggunakan anggaran pemerintah. Menurut Rosan, para pengusaha harus bisa menangkap peluang ini untuk memacu sektor properti.
"Kami harapkan, kita dari Kadin dan organisasi bernaung di bawahnya dan pelaku industri memanfaatkan momentum ini," ujarnya.
Sementara, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Properti Hendro Gondokusumo mengatakan, pertumbuhan sektor properti hanya 3,85% di tahun 2018. Angka ini di bawah pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5%.
"Bisnis properti sepanjang 2018 lalu pertumbuhan properti hanya ada 3,85% dan di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Kami merasakan 2019 pertumbuhan sektor properti stagnan bahkan perlambatan namun kami optimis situasi membaik ke depan," paparnya.
Dia mengatakan, sektor properti akan membaik ke depannya lantaran pemerintah memutuskan pemindahan ibu kota baru.
"Kami pengembang mendukung supaya untuk memberikan pemerataan daerah lain di Indonesia, selain beban Jakarta tinggi, kami memberi apresiasi tata cara lokasi di antara dua kota berkembang baik di Kalimantan," paparnya.
(das/das)











































