Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 25 Sep 2019 22:50 WIB

Ridwan Kamil Ikut Jadi Juri Sayembara Desain Ibu Kota Baru

Danang Sugianto - detikFinance
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/Foto: Ari Saputra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pemerintah membuka sayembara gagasan desain ibu kota negara (IKN) baru. Sayembara ini terbuka untuk masyarakat Indonesia baik untuk individu maupun tim.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah sengaja membuka sayembara desain IKN yang baru. Tujuannya agar transparan dan membuka kesempatan masyarakat yang ingin berkontribusi.

"Kalau saya tunjuk konsultan, nanti pada tanya loh kenapa dia yang diplih. Agar transparan. Kalau saya bikin kantor PU ya tunjuk konsultan. Tapi ini ibu kota, semua orang pasti ingin kontribusi. Karena dia ingin punya sejarah untuk ibu kotanya," tuturnya di gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Pemerintah sudah membuat garis waktu dalam proses sayembara ini. Namun untuk hadiahnya belum diputuskan oleh pemerintah. Rencananya yang akan menentukan adalah dewan juri.


"Hadiah belum, nanti yang tentukan juri. Karena jurinya yang berpengalaman ikut sayembara nasional," tambahnya.

Pemerintah sendiri sudah menunjuk 11 orang yang ahli dalam perencanaan dan perancang kota. Di dalamnya ada dari golongan milenial dan Gubernur Jawa Barat yang juga ahli di bidang arsitektur, Ridwan Kamil.

"Jadi jurinya ada Pak Ridwan Kamil, ada juga Daliana Suryawinata, itu anak muda sekali di Bandung," tuturnya.

Basuki sengaja memasukan unsur milenial dalam dewan juri agar bisa menilai gagasan desain yang cocok untuk genari penerus. Daliana sendiri berasal dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

"Jadi dulu sebelum diumumkan Presiden kami sudah bekerja diam-diam. Itu semua sudah dinarasikan jadi TOR. Kemarin kami dapat masukan dari beberapa menteri bahwa ini jangan jadi ghost city. Untuk milenial juga apa mall masih perlu 50 tahun lagi. Kita ini kan old version untuk menyediakan kota untuk milenial, belum tentu sama. Makanya jurinya ada yang muda," terangnya.

Untuk mekanismenya, dewan juri nantinya akan memilih 5 peserta terbaik dari gagasan desain yang sudah masuk. Kemudian nantinya akan dipilih 3 pemenang.
Proses sayembara sendiri akan diumumkan dan dibuka pendaftaran pada masa waktu 2-11 Oktober 2019. Proses sayembara akan berlangsung dari 11 Oktober hingga 22 Desember 2019.


Untuk pengumuman dan penetapan pemenang sayembara ini akan dilakukan pada 23 Desember 2019. Setelah itu pada periode 1 Januari-31 Agustus 2020 akan dilakukan penyusunan urban desain.

Seiring dengan itu, pemerintah juga membuka sayembara untuk taraf internasional pada 1 Januari-31 Maret 2020. Barulah pada 1 April-31 Agustus 2020 dilakukan pengayaan rancangan kota hasil sayembara nasional oleh ahli internasional.
Sayembara untuk peserta internasional sifatnya hanya untuk menambahkan ide desain dari 3 gagasan desain yang sudah dipilih.

"Jadi dari 3 karya terbaik dikolaborasikan ke internasional. Ini kota bertaraf internasional, jadi mungkin nanti peserta internasional bisa menambahkan tapi tidak lepas dari 3 karya terbaik itu," tutupnya.

Simak Video "Dear Pemerintah, Waspadai Isu Lingkungan yang Bisa Muncul di Ibu Kota Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com